DPRD KALIMANTAN TENGAHHEADLINE

Marak Iklan Judi Online Berkedok Gim, DPRD Kalteng Minta Masyarakat Lebih Kritis

14
×

Marak Iklan Judi Online Berkedok Gim, DPRD Kalteng Minta Masyarakat Lebih Kritis

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Sudarsono.

PALANGKA RAYA – Maraknya iklan judi online yang dikemas secara kreatif dan terselubung menjadi perhatian serius Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Sudarsono.

Ia mengingatkan masyarakat agar lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai promosi yang beredar di media sosial maupun platform digital lainnya.

Menurutnya, kemajuan teknologi informasi telah membuka ruang luas bagi penyebaran konten, termasuk iklan yang menyesatkan.

Pelaku judi online kini semakin cerdik dengan menyamarkan promosi mereka dalam bentuk gim, kuis berhadiah, hingga tawaran penghasilan instan yang terlihat meyakinkan.

Sudarsono menilai, pola-pola semacam ini sangat berbahaya, terutama bagi masyarakat yang belum memiliki literasi digital yang memadai.

Ia menyebut, banyak korban awalnya hanya mencoba, namun kemudian terjebak dalam siklus kecanduan dan kerugian finansial.

“Kita perlu meningkatkan kehati-hatian. Jangan mudah percaya pada iklan yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Itu biasanya hanya jebakan yang berujung pada kerugian,” ujarnya, Kamis (26/3/2025).

Ia juga menyoroti dampak luas dari judi online yang tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar.

Tekanan ekonomi akibat kerugian yang dialami kerap memicu konflik rumah tangga, bahkan tidak jarang berujung pada tindakan melanggar hukum.

Lebih lanjut, Sudarsono mendorong adanya peran aktif semua pihak, baik pemerintah, lembaga pendidikan, maupun keluarga, untuk meningkatkan edukasi terkait bahaya judi online.

Literasi digital dinilai penting agar masyarakat mampu memilah informasi serta memahami risiko dari aktivitas di dunia maya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan dan tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi iklan yang mencurigakan. Upaya bersama dinilai menjadi kunci untuk menekan penyebaran praktik ilegal tersebut.

“Peran keluarga sangat penting, terutama dalam membentengi generasi muda agar tidak mudah terpengaruh. Edukasi sejak dini akan membantu mereka lebih bijak dalam menggunakan teknologi,” pungkasnya. (dd)​

+ posts
Baca Juga  OJK Bersama Bareskrim Polri Amankan Tersangka Dugaan Pidana Perbankan di PT BPR DCN Malang