HEADLINENASIONALPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Kalteng Siap Jadi Lumbung Pangan Baru, Edy Pratowo: Kami Jawab Kepercayaan Pusat dengan Kerja Nyata

214
×

Kalteng Siap Jadi Lumbung Pangan Baru, Edy Pratowo: Kami Jawab Kepercayaan Pusat dengan Kerja Nyata

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur, Edy Pratowo saat tampil dalam program CNN Indonesia Newsroom di Jakarta.

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan kesiapannya menjadi salah satu daerah penopang utama program ketahanan pangan nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, saat menjadi panelis dalam program CNN Indonesia Newsroom bertajuk “Bicara Soal Ketahanan Pangan” di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta, pada Rabu (8/10/2025).

Dalam kesempatan itu, Edy menegaskan bahwa Kalimantan Tengah siap menjawab kepercayaan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto melalui langkah nyata di lapangan.

Menurutnya, Kalteng memiliki potensi besar dengan lahan yang luas dan sumber daya manusia yang siap mendukung program strategis nasional di sektor pertanian.

“Kalimantan Tengah siap menjadi salah satu pusat produksi pangan nasional. Kami tidak ingin hanya menjadi penonton, tetapi turut menjadi pelaku utama dalam mewujudkan kemandirian pangan bangsa,” ujar Edy.

Ia menjelaskan, program cetak sawah baru di wilayahnya kini telah menunjukkan progres menggembirakan. Dari total target 71 ribu hektare, sekitar 53 persen lahan telah terealisasi, sementara kegiatan optimasi lahan seluas 4 ribu hektare kini siap untuk tanam.

Pemerintah daerah terus menggandeng pihak ketiga, petani, serta perguruan tinggi untuk mempercepat pencapaian target tersebut.

“Kami terus bekerja di lapangan, membuka lahan baru dan melakukan optimasi secara bertahap. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci agar program ini berjalan efektif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ucapnya.

Edy menambahkan, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, berpesan agar seluruh masyarakat turut berperan aktif dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional.

Ia menekankan bahwa kepercayaan pemerintah pusat kepada Kalteng harus dijawab dengan hasil konkret.

“Gubernur mengingatkan agar kita tidak hanya sekadar menerima amanah, tetapi benar-benar membuktikan bahwa Kalimantan Tengah mampu menjadi contoh keberhasilan pelaksanaan program ketahanan pangan nasional,” ungkapnya.

Meski demikian, Edy tidak menutup mata terhadap tantangan di lapangan. Ia menjelaskan, sebagian besar lahan di Kalteng merupakan lahan rawa dan gambut yang membutuhkan pendekatan khusus.

Oleh karena itu, pemerintah daerah melakukan Survei Investigasi Desain (SID) untuk memastikan lahan yang digarap benar-benar sesuai dan tidak merusak keseimbangan lingkungan.

“Kami sangat berhati-hati dalam membuka lahan agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem. Prinsip kami jelas: ketahanan pangan harus berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan,” tegas Edy.

Untuk memperkuat implementasi program, Pemerintah Provinsi Kalteng juga membentuk Satuan Pangan yang bertugas mengawal dan mempercepat pelaksanaan kegiatan cetak sawah maupun optimasi lahan. Mahasiswa dan kelompok tani turut dilibatkan agar program ini benar-benar berakar dari masyarakat.

“Kami ingin semua pihak terlibat langsung, mulai dari petani hingga generasi muda. Melalui Satuan Pangan, kami membangun sinergi dan semangat gotong royong demi terwujudnya Kalteng sebagai lumbung pangan baru Indonesia,” pungkasnya.

Dengan potensi lahan pertanian yang luas dan dukungan penuh pemerintah pusat, Kalteng kini menatap masa depan sebagai salah satu daerah strategis penopang ketahanan pangan nasional. (red/adv)​

+ posts
Baca Juga  Optimalisasi BBI Talohen Digenjot, Kolaborasi Pemprov Kalteng dan Barito Timur Perkuat Ketahanan Pangan