AKADEMIKAHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Resmi Daftar Jadi Calon Rektor 2026-2030, Prof Bhayu Rhama Bawa Visi UPR Menuju Pengakuan Global

13
×

Resmi Daftar Jadi Calon Rektor 2026-2030, Prof Bhayu Rhama Bawa Visi UPR Menuju Pengakuan Global

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Dekan FISIP UPR Prof. Bhayu Rhama, S.T., MBA., Ph.D foto bersama usai menyerahkan berkas pendaftaran calon Rektor UPR periode 2026–2030 di Gedung Rektorat UPR.

PALANGKA RAYA – Bursa pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026–2030 mulai menunjukkan dinamika. Salah satu figur yang resmi mendaftarkan diri dalam kontestasi tersebut ialah Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR, Prof. Bhayu Rhama, S.T., MBA., Ph.D. Pendaftaran dilakukan di lingkungan kampus UPR sebagai bagian dari tahapan penjaringan calon rektor yang telah dijadwalkan panitia.
Kehadiran Prof. Bhayu dalam proses pencalonan menarik perhatian sivitas akademika. Dalam langkahnya menuju kursi pimpinan universitas, ia membawa visi bertajuk “Borneo Impact and Global Recognition” yang menitikberatkan pada penguatan kontribusi kampus terhadap masyarakat lokal sekaligus peningkatan daya saing UPR di tingkat internasional.
Visi tersebut lahir dari pandangannya mengenai posisi strategis perguruan tinggi di daerah. Menurutnya, kampus yang berada di wilayah Kalimantan memiliki peluang besar untuk berkembang, memperluas pengaruh, dan membangun reputasi yang lebih luas tanpa harus menghilangkan karakter maupun identitas lokal yang dimiliki.
Bagi Prof. Bhayu, pengembangan universitas saat ini tidak lagi hanya berbicara mengenai skala regional. Perguruan tinggi dituntut memiliki kemampuan menjawab tantangan global melalui peningkatan kualitas pendidikan, riset, inovasi, serta penguatan jejaring yang lebih luas.
“Prinsipnya adalah berpikir secara global namun tetap bertindak untuk kepentingan lokal. Dari Borneo, kita ingin menghadirkan kontribusi yang bisa diakui hingga level internasional,” ujarnya, Senin (25/05/2026).
Keinginannya untuk maju sebagai calon Rektor UPR juga disebut berangkat dari komitmen yang kuat dalam memajukan pendidikan tinggi di Kalimantan Tengah. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi perubahan pada masa mendatang.
Ia menilai pembangunan pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik semata, tetapi juga harus mampu melahirkan kontribusi nyata bagi masyarakat luas. Kampus, menurutnya, perlu menjadi ruang lahirnya inovasi, pengembangan ilmu pengetahuan, serta solusi atas berbagai tantangan pembangunan daerah.
Selain didasari semangat pengembangan pendidikan, Prof. Bhayu mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Kalimantan Tengah. Kedekatan tersebut menjadi salah satu alasan yang memperkuat keinginannya untuk terlibat lebih besar dalam pengembangan perguruan tinggi di daerah ini.
“Orang tua saya sudah puluhan tahun mengabdi di Kalteng. Karena itu saya ingin ikut memberikan kontribusi nyata melalui pengembangan pendidikan tinggi,” katanya.
Dalam pemaparan visi dan misinya, Prof. Bhayu juga menyoroti pentingnya pembenahan sarana dan prasarana kampus sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan. Menurutnya, lingkungan belajar yang nyaman dan didukung fasilitas yang memadai menjadi faktor penting untuk meningkatkan efektivitas proses pembelajaran mahasiswa.
Pengalaman yang dimilikinya saat menjabat Wakil Dekan hingga Dekan FISIP UPR dinilai menjadi bekal dalam memahami berbagai kebutuhan kampus. Selama masa kepemimpinannya di FISIP UPR, sejumlah langkah pengembangan disebut telah dilakukan, di antaranya peningkatan fasilitas ruang kelas melalui penyediaan pendingin ruangan untuk menunjang kenyamanan proses belajar mengajar.
Tidak hanya itu, selama memimpin fakultas, ia juga menyampaikan keberhasilan dalam meningkatkan akreditasi sejumlah program studi serta membuka dua program magister baru. Berbagai capaian tersebut disebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas institusi secara berkelanjutan.
Tahapan pemilihan Rektor UPR periode 2026–2030 sendiri masih terus berjalan sesuai agenda yang telah ditetapkan panitia. Diketahui, pendaftaran bakal calon rektor telah dibuka sejak 12 Mei dan dijadwalkan berakhir pada 26 Mei 2026. Proses tersebut menjadi momentum penting dalam menentukan arah pengembangan UPR ke depan, terutama dalam memperkuat daya saing kampus dan kontribusinya terhadap masyarakat Kalimantan maupun tingkat internasional. (Red/ADV)

Baca Juga  Huma Betang Night Semarakkan Penutupan FBIM 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan
+ posts