HEADLINEKESEHATANNASIONAL

Direksi Baru BPJS Kesehatan Ungkap Program Prioritas Seratus Hari

9
×

Direksi Baru BPJS Kesehatan Ungkap Program Prioritas Seratus Hari

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito

JAKARTA – Direksi baru BPJS Kesehatan periode 2026–2031 meluncurkan delapan program Quick Wins yang ditargetkan rampung dalam 100 hari kerja pertama. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menginginkan layanan cepat, responsif, dan solutif saat menghadapi kendala di lapangan.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menjelaskan bahwa delapan program tersebut terbagi menjadi dua kategori utama, yakni empat Program Customer Centric dan empat Program Collaborative. Seluruh program disusun berdasarkan aspirasi masyarakat serta kebutuhan nyata peserta JKN di berbagai daerah.

“Program Customer Centric kami kembangkan secara khusus untuk mengakomodir kebutuhan fundamental peserta JKN yang dirumuskan dengan menjaring aspirasi masyarakat. Harapan masyarakat sama, yaitu bisa direspons dengan cepat dan solutif apabila mereka menemui masalah saat mengakses layanan administrasi atau layanan kesehatan. Secara paralel, Program Collaborative juga dijalankan untuk memperluas jangkauan layanan terintegrasi, sehingga melibatkan sinergi dengan berbagai stakeholders dalam implementasinya,” jelas Pujo, baru-baru ini.

Ia menegaskan bahwa program Quick Wins ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap pembangunan sumber daya manusia, khususnya di sektor kesehatan. Menurutnya, Program JKN telah memberikan dampak luas bagi masyarakat dan perlu terus diperkuat melalui inovasi layanan.

Baca Juga  DPRD Kalteng Dorong Kepastian Lahan Eks HGU PTPN

“Quick Wins ini juga merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung salah satu poin asta cita Presiden Prabowo, yakni memperkuat pembangunan SDM yang salah satunya melalui kesehatan. Program JKN sudah memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat Indonesia, ada banyak orang yang sudah merasakan manfaat kehadirannya. Oleh karena itu, kami mohon dukungan segenap pihak untuk bersama-sama mengawal Program JKN ini supaya bisa berjalan semakin baik lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menambahkan bahwa salah satu inovasi utama dalam program tersebut adalah pengembangan layanan Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) yang kini dapat diakses selama 24 jam penuh.

“Di samping layanan PANDAWA 24 jam, kami juga berkomitmen menghadirkan layanan prioritas dengan standar waktu layanan kurang dari 5 menit. Kami menjamin untuk layanan-layanan prioritas ini akan direspons dalam waktu kurang dari 5 menit oleh petugas PANDAWA. Ini adalah standar baru layanan cepat yang kami persembahkan bagi peserta JKN,” ungkap Akmal.

Baca Juga  Faridawaty Atjeh Serap Aspirasi Kampus IAKN Saat Reses Perseorangan

Ia merinci, layanan prioritas tersebut mencakup penambahan anggota keluarga bagi peserta tertentu, pengaktifan kembali status kepesertaan JKN dalam berbagai kondisi, serta perubahan atau perbaikan data kepesertaan seperti identitas dan nomor kontak.

Dukungan terhadap transformasi layanan digital juga datang dari Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid. Ia menilai langkah BPJS Kesehatan sejalan dengan arah pengembangan layanan publik berbasis digital yang lebih proaktif.

“Indonesia sudah masuk ke arah digital welfare state. Artinya layanan publik ke depan bisa bergerak dari reaktif menjadi proaktif. Layanan publik yang cepat dan solutif menjadi yang utama, digitalisasi membantu kita melawan inefisiensi waktu. PANDAWA 24 jam merupakan arah besar transformasi digital nasional,” kata Meutya.

Apresiasi serupa disampaikan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka. Ia menilai kemudahan akses layanan kesehatan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga  Antrean BBM Mengular di Kalteng, DPRD Minta Pemprov Perkuat Distribusi dan Transparansi Informasi

“Inovasi PANDAWA 24 jam merupakan langkah progresif yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat. BPJS Kesehatan membuktikan bahwa negara hadir memberikan kemudahan akses bagi seluruh masyarakat tanpa terikat ruang dan waktu,” jelas Wakil Ketua BAZNAS RI, Zainul Tauhid Sa’adi.

Selain Respons Cepat Solutif, Program Customer Centric lainnya meliputi Iuran Kuat melalui optimalisasi penerimaan iuran, Prolanis Muda untuk peserta usia di bawah 45 tahun dengan penyakit kronis, serta Eliminasi Inefisiensi berbasis teknologi kecerdasan buatan dalam verifikasi klaim.

Di sisi lain, Program Collaborative mencakup P-Care MBG untuk pemantauan kesehatan siswa, Siswa Sehat Sekolah Rakyat, Desa Sehat JKN melalui kemitraan koperasi, serta JKN 3T yang menjangkau daerah tertinggal, terdepan, dan terluar melalui kerja sama lintas sektor.

Melalui delapan program ini, BPJS Kesehatan menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan serta memastikan seluruh peserta JKN mendapatkan akses kesehatan yang cepat, mudah, dan merata di seluruh Indonesia. (Red/Adv)