DPRD KALIMANTAN TENGAHHEADLINE

Faridawaty Ajak Semua Pihak Perkuat Pencegahan Karhutla Sejak Dini Bersama

7
×

Faridawaty Ajak Semua Pihak Perkuat Pencegahan Karhutla Sejak Dini Bersama

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah sekaligus Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Tengah Faridawaty Darland Atjeh (FDA)

PALANGKA RAYA – Meningkatnya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah menjadi perhatian Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh.

Ia mengingatkan seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan agar tidak lengah serta memperkuat langkah-langkah pencegahan sejak dini guna mengantisipasi meluasnya kebakaran pada musim kemarau.

Menurut Faridawaty, kemunculan sejumlah titik kebakaran dalam beberapa waktu terakhir menjadi sinyal bahwa ancaman karhutla kembali meningkat. Kondisi tersebut harus direspons secara serius melalui upaya antisipasi yang terencana dan melibatkan seluruh pihak agar kejadian serupa yang pernah menimbulkan kabut asap di Kalimantan Tengah tidak kembali terulang.

“Peristiwa karhutla yang mulai terjadi ini harus menjadi peringatan bagi kita semua. Jangan sampai kebakaran semakin meluas karena kelalaian atau aktivitas pembakaran lahan,” ujar Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga  Friderica Sebut Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kokoh Hadapi Tantangan Global

Faridawaty menegaskan, pencegahan merupakan langkah paling efektif dibandingkan penanganan ketika api sudah membesar. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat patroli di wilayah rawan, melakukan pemantauan secara berkala, serta memastikan setiap titik api dapat segera ditangani sebelum meluas.

Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Tengah itu juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang lebih besar.

Ia menilai koordinasi yang kuat antarlembaga akan mempercepat proses deteksi dini maupun penanganan apabila ditemukan titik api. Dengan demikian, dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, maupun aktivitas sosial dan ekonomi dapat ditekan semaksimal mungkin.

Baca Juga  DPRD Kalteng Dorong Percepatan Pembangunan Jalan Cempaka Mulia–Kampung Melayu untuk Buka Akses 23 Desa

Selain itu, Faridawaty mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia menegaskan, praktik tersebut tidak hanya bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, tetapi juga berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama saat kondisi cuaca kering.

“Kesadaran masyarakat menjadi faktor utama dalam mencegah karhutla. Jika menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat segera ditangani sebelum membesar,” katanya.

Faridawaty menambahkan, keberhasilan pengendalian karhutla tidak hanya bergantung pada kesiapsiagaan pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Kepedulian warga untuk menjaga lingkungan dan melaporkan setiap potensi kebakaran menjadi bagian penting dalam upaya mencegah meluasnya bencana.

Lebih lanjut, ia berharap pemerintah daerah terus meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, terutama di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan karhutla tinggi. Menurutnya, penyampaian informasi secara berkelanjutan akan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya karhutla sekaligus mendorong kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

Baca Juga  Pelaku UMKM Seruyan Tingkatkan Kapasitas Digital demi Perluas Akses Pasar

Faridawaty berharap seluruh pihak dapat menjaga komitmen dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Dengan sinergi yang kuat, peningkatan kesadaran masyarakat, serta langkah pencegahan yang konsisten, ancaman karhutla di Kalimantan Tengah diharapkan dapat diminimalkan sehingga lingkungan tetap terjaga, kesehatan masyarakat terlindungi, dan aktivitas ekonomi tidak terganggu. (Red/ADV)

+ posts