AKADEMIKAEKONOMI & BISNISHEADLINENASIONAL

OJK Bangun Karakter Mahasiswa Siapkan Pemimpin Masa Depan Berintegritas

58
×

OJK Bangun Karakter Mahasiswa Siapkan Pemimpin Masa Depan Berintegritas

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Kuliah Umum “The Guardian of Governance: Membangun Integritas Pemimpin Masa Depan”.

SOLO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat budaya integritas dan tata kelola di kalangan generasi muda melalui kegiatan Kuliah Umum bertema “The Guardian of Governance: Membangun Integritas Pemimpin Masa Depan”. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Road to Risk and Governance Summit 2026 yang menyasar lingkungan pendidikan tinggi sebagai ruang pembentukan karakter calon pemimpin masa depan.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara maraton di tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta pada 18 Mei 2026, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto pada 19 Mei 2026, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada 22 Mei 2026.

Kegiatan kuliah umum berlangsung secara hybrid dengan melibatkan sekitar 5.000 peserta, baik secara langsung maupun daring. Peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Yogyakarta, Karesidenan Surakarta, serta Karesidenan Banyumas.

Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Sophia Wattimena menegaskan bahwa penguatan tata kelola menjadi fondasi utama dalam menciptakan pembangunan yang berintegritas, akuntabel, dan berkelanjutan.

“Governance ini memiliki peran yang sangat penting untuk memastikan pembangunan tidak hanya berjalan cepat, tapi juga tepat, adil, dan berkelanjutan. Jadi artinya pembangunan itu harus dijalankan melalui proses yang berintegritas, yang akuntabel, dan transparan,” kata Sophia Wattimena saat kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Surakarta, baru-baru ini.

Baca Juga  OJK Kalteng Perkuat Literasi Syariah melalui Kartu Pelajar

Menurut Sophia, penguatan integritas harus dibangun sejak dini, terutama pada generasi muda yang nantinya akan berhadapan dengan berbagai keputusan strategis di masa depan. Kemampuan akademik, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan karakter yang kuat agar setiap keputusan yang diambil memiliki landasan moral dan etika yang baik.

“Jadi bahasa gaulnya ini nggak cuma pintar aja, tapi karakternya kuat, integritasnya kuat. Jadi pada saat nanti dihadapkan pada proses pengambilan keputusan, integritas ini turut berperan,” ujarnya.

Sophia menjelaskan bahwa penguatan tata kelola pada sektor jasa keuangan saat ini menjadi kebutuhan yang semakin mendesak. Hal itu sejalan dengan meningkatnya kompleksitas risiko global serta besarnya skala industri jasa keuangan yang berada dalam pengawasan OJK.

Ia menyebutkan, total aset sektor jasa keuangan yang diawasi OJK saat ini mencapai sekitar Rp30 ribu triliun. Besarnya nilai tersebut, kata dia, menuntut sistem tata kelola yang semakin kuat dan adaptif agar mampu menjaga stabilitas serta kepercayaan publik.

Baca Juga  Disdik Barito Utara Perkuat Mutu Pendidikan di Gunung Purei

Selain itu, Sophia juga menyoroti sejumlah tantangan global yang berkembang saat ini. Risiko geopolitik, disinformasi, serangan siber, disrupsi digital, hingga perkembangan Artificial Intelligence (AI) dinilai memerlukan penguatan governance sekaligus peningkatan ketahanan siber agar sistem dapat berjalan secara aman dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk penguatan tata kelola lintas sektor, OJK terus menerapkan sejumlah kebijakan strategis. Upaya tersebut meliputi penerapan strategi anti-fraud, penguatan pengendalian internal pelaporan keuangan, peningkatan independensi profesi penunjang sektor jasa keuangan, pengelolaan konflik kepentingan, hingga penguatan sistem keamanan teknologi informasi.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor IV Bidang Manajemen Sistem Informasi, Manajemen SDM, dan Organisasi UMS, Em Sutrisna menilai integritas menjadi pondasi utama dalam membentuk kualitas kepemimpinan generasi mendatang.

“Nilai IPK saja tidak cukup. Salah satunya apa? Integritas. Integritas, kejujuran. Kalau dalam bahasa agama itu tabligh, amanah, fathanah, sidik. Itulah sifat-sifat Rasul yang kalau dirangkum dalam satu kata, mungkin itulah integritas,” ujar Em Sutrisna.

Dalam sesi diskusi, mahasiswa juga aktif berdialog dengan narasumber dari OJK terkait penguatan budaya etika dan tata kelola agar tidak berhenti sebagai bentuk kepatuhan administratif semata, tetapi dapat menjadi budaya organisasi yang diterapkan secara nyata dalam kehidupan dan lingkungan kerja. Selain itu, OJK turut memperkenalkan Risk and Governance Summit 2026 beserta Innovation Paper Competition yang membuka ruang bagi mahasiswa menyampaikan gagasan serta rekomendasi kebijakan untuk mendukung sektor jasa keuangan yang kredibel dan berintegritas.

Baca Juga  DPRD Kalteng Minta Proses Izin Tambang Rakyat Dipermudah demi Kesejahteraan Masyarakat

Melalui penguatan tata kelola sejak lingkungan pendidikan, OJK menempatkan integritas sebagai modal utama generasi muda dalam menghadapi dinamika global dan transformasi digital yang terus berkembang. Upaya tersebut diharapkan melahirkan pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab, karakter kuat, dan kemampuan adaptif dalam menjawab berbagai tantangan zaman. (Red/ADV)

+ posts