PALANGKA RAYA – Musyawarah Provinsi (Musprov) XII Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Kalteng Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi penguatan peran jasa konsultasi dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berdaya saing. Kegiatan tersebut digelar di Hotel Best Western Palangka Raya, Kamis (21/5/2026).
Mengusung tema “Transformasi Jasa Konsultasi untuk Pembangunan Berkelanjutan dan Berdaya Saing Global” dengan subtema “Adaptasi Konsultan terhadap Transformasi Digital dan Regulasi Terbaru”, Musprov XII INKINDO Kalteng dihadiri sejumlah unsur pemerintah, Forkopimda, serta pelaku jasa konsultasi dan konstruksi.
Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng, Darliansjah, saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Kalteng menyampaikan bahwa keberadaan INKINDO memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah melalui perencanaan dan pengawasan yang profesional.
Menurutnya, pembangunan daerah saat ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar pelaksanaan program berjalan efektif, tepat sasaran, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat hingga wilayah pedalaman.
“Pemprov Kalteng mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada INKINDO Kalteng atas kontribusi dan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah,” katanya.
Ia menambahkan, tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks, terutama di tengah percepatan transformasi digital dan perubahan regulasi di sektor jasa konstruksi maupun konsultasi.
Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan profesionalisme konsultan menjadi hal yang sangat penting.
Darliansjah juga menegaskan pembangunan berkualitas harus didukung dengan perencanaan yang matang, berbasis data, serta memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kearifan lokal.
“Kita semua adalah mitra untuk memastikan pembangunan Kalteng berjalan berkualitas, berbasis data, tepat sasaran, dan memiliki nilai tambah jangka panjang,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPN INKINDO Pusat, Imam Hartawan, menilai Kalteng memiliki peluang besar dalam pengembangan jasa konsultasi, terutama dengan posisinya sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ia menyebut keterlibatan konsultan lokal perlu terus diperkuat agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Selain itu, perlindungan terhadap pelaku jasa konsultasi lokal juga menjadi perhatian penting dalam menghadapi persaingan industri yang semakin terbuka.
“INKINDO merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam penyediaan jasa konsultasi dan tenaga ahli engineering,” tuturnya.
Imam juga mengapresiasi sinergi antara INKINDO dengan Pemprov Kalteng dan unsur Forkopimda.
Menurutnya, dukungan lintas sektor akan menjadi modal penting dalam menciptakan iklim pembangunan yang sehat dan profesional.
Di sisi lain, Ketua DPP INKINDO Kalteng, Suparman, mengatakan Musprov XII bukan hanya agenda organisasi, tetapi juga ruang evaluasi dan konsolidasi untuk memperkuat kontribusi jasa konsultasi terhadap pembangunan daerah.
Ia menilai transformasi digital harus dijadikan peluang untuk meningkatkan kualitas layanan jasa konsultasi agar lebih adaptif, efisien, dan kompetitif.
“Kalteng memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan nasional. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan organisasi profesi harus terus diperkuat,” tandasnya. (adv)










