EKONOMI & BISNISHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

OJK Kalteng Perkuat Literasi Syariah melalui Kartu Pelajar

21
×

OJK Kalteng Perkuat Literasi Syariah melalui Kartu Pelajar

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah Primandanu Febriyan Aziz menyampaikan sambutan saat Kick Off Bulan Literasi Keuangan dan Launching EPIKS Tahun 2026 di Aula Hasanka Boarding School, Palangka Raya.

PALANGKA RAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di lingkungan pendidikan melalui peluncuran Program Ekosistem Pusat Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS) yang dirangkaikan dengan Kick Off Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 di Aula Hasanka Boarding School, Palangka Raya. Dalam kegiatan tersebut, OJK juga memperkenalkan kartu digital pelajar sebagai sarana transaksi keuangan modern yang aman dan mudah diakses peserta didik.

Kegiatan itu diikuti sekitar 400 peserta yang terdiri atas pelajar tingkat SD, SMP, SMA, serta guru dan pegawai sekolah. Selain edukasi keuangan syariah, agenda juga diisi penyerahan simbolis kartu digital pelajar yang diharapkan menjadi instrumen pendukung penguatan tata kelola keuangan di lingkungan sekolah.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menegaskan bahwa kartu digital pelajar tidak hanya diposisikan sebagai alat pembayaran, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem keuangan syariah sejak usia dini.

“Lebih dari sekadar alat pembayaran, kartu digital pelajar menjadi bagian penting dalam penguatan ekosistem keuangan syariah di pesantren. Melalui kartu digital pelajar, siswa-siswi dapat belajar mengenal pengelolaan keuangan secara modern dengan tetap menjunjung prinsip kehati-hatian, kedisiplinan, dan tanggung jawab,” ujarnya, baru-baru ini.

Baca Juga  Pemprov Kalteng Targetkan Pendataan 1.500 Pekebun Sawit Rakyat pada 2026

Menurut Primandanu, penguatan literasi keuangan syariah di kalangan pelajar penting dilakukan karena akses terhadap layanan keuangan sudah relatif tinggi, tetapi masih memerlukan penguatan pemahaman agar penggunaannya berlangsung secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.

Data literasi dan inklusi keuangan tahun 2025 mencatat indeks literasi keuangan nasional sebesar 66,46 persen dan indeks inklusi keuangan nasional mencapai 80,51 persen. Sementara itu, indeks literasi keuangan syariah tercatat 43,42 persen dan indeks inklusi keuangan syariah berada pada angka 13,41 persen. Pada segmen pelajar dan mahasiswa, indeks literasi keuangan mencapai 61,76 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan berada di angka 84,42 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelajar memiliki akses cukup tinggi terhadap layanan keuangan, namun edukasi tetap diperlukan agar penggunaan produk dan layanan jasa keuangan tidak hanya mudah diakses, tetapi juga dipahami manfaat, risiko, dan prinsip pengelolaannya.

Ketua Yayasan Hasanka Palangka Raya, Dr. H. M. Yamin Mukhtar, Lc., M.Pd.I, mengapresiasi sinergi OJK bersama lembaga jasa keuangan syariah yang mendukung penguatan tata kelola pendidikan melalui literasi keuangan. Menurutnya, Program EPIKS menjadi langkah penting dalam mengenalkan pengelolaan keuangan kepada pelajar melalui prinsip 3K, yakni keamanan, kenyamanan, dan keuntungan.

Baca Juga  3.500 Paket Sembako Digelontorkan untuk Mahasiswa, Gubernur Kalteng Pastikan Kebutuhan Pangan Tetap Terjaga

“Program EPIKS ini menjadi langkah penting dalam memperkenalkan pengelolaan keuangan sejak dini melalui prinsip 3K, yaitu keamanan, kenyamanan, dan keuntungan. Keamanan dimaknai sebagai upaya meminimalkan risiko kehilangan atau penyalahgunaan uang, kenyamanan sebagai kemudahan bagi pelajar dan orang tua dalam melakukan transaksi, serta keuntungan sebagai manfaat nyata yang dapat dirasakan seluruh pihak melalui pengelolaan keuangan yang baik,” kata M. Yamin.

Ia berharap kolaborasi antara Hasanka Boarding School, OJK, dan lembaga jasa keuangan syariah terus diperkuat agar ekosistem pendidikan yang dibangun tidak hanya mempermudah akses literasi dan inklusi keuangan syariah, tetapi juga menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bermanfaat bagi seluruh pihak.

Pemimpin Cabang Bank Syariah Indonesia KCP Palangka Raya 1, Muhamad Denny Ramadhan, menyatakan pihaknya berkomitmen mendukung perluasan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui penguatan layanan keuangan di lingkungan pendidikan. Menurutnya, layanan keuangan syariah tidak hanya menghadirkan kemudahan transaksi, tetapi juga memastikan seluruh layanan berjalan sesuai prinsip syariah, transparan, dan memberikan manfaat sosial.

Baca Juga  OJK Kalteng Perkuat Komitmen Buah Naga Jadi Komoditas Unggulan

“Kami berharap Program EPIKS di Hasanka Boarding School menjadi langkah strategis dalam memperkenalkan layanan keuangan syariah secara lebih masif kepada pelajar, guru, dan orang tua,” ujar Denny.

Rangkaian kegiatan juga diisi sesi edukasi interaktif dari sejumlah narasumber kompeten, mulai dari materi pengelolaan keuangan syariah, edukasi sistem pembayaran digital dan QRIS, hingga pengenalan produk serta layanan jasa keuangan syariah. Melalui program ini, OJK bersama pemangku kepentingan berharap pemahaman pelajar terhadap pengelolaan keuangan syariah semakin meningkat sekaligus memperkuat budaya transaksi yang aman, disiplin, dan bertanggung jawab di lingkungan pendidikan. (Red/ADV)

+ posts