
PALANGKA RAYA – Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan menghibahkan lahan pribadi seluas 20 hektare di Kabupaten Kotawaringin Barat untuk pembangunan Sekolah Garuda.
Hibah lahan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap program strategis nasional yang diinisiasi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam memperkuat sistem pendidikan unggulan di Indonesia serta mencetak generasi muda yang mampu bersaing di tingkat global.
Agustiar Sabran menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Garuda merupakan langkah penting dalam mendukung visi pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menyiapkan generasi masa depan yang unggul dan berdaya saing.
“Pembangunan Sekolah Garuda ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap program Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kualitas pendidikan serta menyiapkan generasi muda yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya melalui rilis yang diterima Minggu (8/3/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan sekolah unggulan tersebut diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan talenta muda, khususnya bagi pelajar di Kalteng.
Dengan fasilitas pendidikan yang memadai dan sistem pembelajaran berkualitas, Sekolah Garuda diyakini mampu mencetak sumber daya manusia yang berprestasi dan berkarakter.
Selain itu, pembangunan sekolah tersebut juga diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi putra-putri daerah untuk mendapatkan akses pendidikan berkualitas tanpa harus menempuh pendidikan di luar daerah.
Agustiar menambahkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu kunci penting dalam mendorong kemajuan daerah.
Oleh karena itu, dukungan terhadap berbagai program pendidikan, baik dari pemerintah pusat maupun daerah, perlu terus diperkuat.
Melalui pembangunan Sekolah Garuda di Kotawaringin Barat, diharapkan lahir generasi muda Kalteng yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat serta mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa di masa mendatang. (red/adv)









