DPRD KALIMANTAN TENGAHHEADLINE

Aspirasi Warga Saka Batur Diserap DPRD Kalteng, Fokus Pertanian hingga Infrastruktur Desa

35
×

Aspirasi Warga Saka Batur Diserap DPRD Kalteng, Fokus Pertanian hingga Infrastruktur Desa

Sebarkan artikel ini
Juru Bicara Dapil V DPRD Kalteng, Noor Fazariah Kamayanti.

PALANGKA RAYA – Juru Bicara Dapil V DPRD Kalteng yang meliputi Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, Noor Fazariah Kamayanti, menyampaikan bahwa pihaknya menerima berbagai aspirasi masyarakat saat melakukan pertemuan di Balai Desa Saka Batur, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas.

Aspirasi tersebut mencerminkan kebutuhan riil warga dalam mendukung pembangunan desa dan peningkatan kesejahteraan.

Pada sektor pertanian, warga meminta adanya dukungan sarana dan prasarana bagi kelompok tani, termasuk peralatan yang dapat membantu proses pengolahan lahan dan penanaman agar lebih efisien.

“Warga juga mengusulkan bantuan alat kultivator untuk olah tanah serta bibit sayuran seperti kacang panjang, lombok, dan jenis sayuran lainnya agar produksi pertanian masyarakat dapat meningkat,” katanya, baru-baru ini.

Baca Juga  Kepuasan Publik Capai 97,8 Persen, Program Pendidikan Huma Betang Dinilai Berhasil Dorong Mutu Sekolah di Kalteng

Selain pertanian, persoalan infrastruktur menjadi perhatian utama masyarakat. Warga mengusulkan agar jalan poros desa yang saat ini masih berupa batu, khususnya dari RT 2 sampai RT 7, dapat ditingkatkan menjadi jalan aspal.

“Dengan kondisi jalan yang lebih baik, diharapkan mobilitas warga menjadi lebih lancar dan distribusi hasil pertanian tidak lagi terkendala, sehingga dapat berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Di bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial, kelompok posyandu mengajukan permohonan pelatihan dan pembinaan keterampilan bagi para kader.

Upaya ini dinilai penting untuk mengaktifkan kembali kegiatan posyandu serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar bagi ibu dan anak di desa.

Baca Juga  SPBE Kalteng Terus Meningkat, Indeks 2025 Raih Kategori Baik dengan Nilai 3,41

“Kelompok tani juga menyampaikan kendala kartu tani yang tidak aktif sehingga tidak bisa mengakses pupuk bersubsidi. Aspirasi ini akan menjadi bahan tindak lanjut kami bersama pihak terkait sesuai mekanisme yang berlaku,” ungkapnya. (dd)​

+ posts