HEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Hamka Buka Ceremonial SCA Borneo Education, Dorong Pemerataan Pelatihan Nakes di Kalteng

13
×

Hamka Buka Ceremonial SCA Borneo Education, Dorong Pemerataan Pelatihan Nakes di Kalteng

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Hamka, mewakili Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran membuka secara resmi Ceremonial Sastra Citra Abadi (SCA) Borneo Education yang digelar di Luwansa Hotel Palangka Raya, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerataan akses pelatihan bagi tenaga kesehatan di Kalimantan Tengah, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.

Dalam sambutannya, Hamka menyampaikan bahwa penguatan kompetensi tenaga kesehatan merupakan langkah strategis dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang kesehatan.

Ia menilai, kualitas pelayanan sangat dipengaruhi oleh kesiapan dan profesionalisme tenaga kesehatan.

“Kami menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan di daerah. Pemerintah tentu mendukung setiap upaya yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Hamka, tenaga kesehatan yang kompeten dan berintegritas akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan responsif. Oleh sebab itu, pengembangan sumber daya manusia di sektor kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan fasilitas pelayanan kesehatan agar program pelatihan yang dilaksanakan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.

Sementara itu, Ketua SCA Borneo Education, Sastra, menyampaikan bahwa lembaganya resmi berdiri di Kalimantan Tengah pada 15 Desember 2025 sebagai bentuk komitmen menghadirkan pelatihan yang lebih dekat dan mudah diakses oleh tenaga kesehatan daerah.

“Meski secara resmi berdiri pada akhir 2025, kami telah aktif menyelenggarakan berbagai pelatihan dan webinar sejak 2016,” katanya.

Ia menjelaskan, selama ini tenaga kesehatan dari daerah kerap harus mengikuti pelatihan di Pulau Jawa untuk memenuhi standar kompetensi tertentu. Kondisi tersebut dinilai kurang efisien dari sisi waktu dan biaya.

Sebagai langkah konkret, pada kegiatan kali ini SCA Borneo Education menyelenggarakan pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) selama tiga hari, 12–14 Februari 2026.

Pelatihan tersebut ditujukan bagi tenaga kesehatan, khususnya perawat, untuk memperkuat kemampuan dasar dalam penanganan kegawatdaruratan.

“Kompetensi kegawatdaruratan sangat penting karena situasi darurat bisa terjadi di mana saja, tidak hanya di rumah sakit. Kami berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan tenaga kesehatan di daerah,” ungkap Sastra.

Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus menghadirkan program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan perkembangan teknologi dan pelayanan kesehatan, sehingga kualitas layanan kepada masyarakat semakin optimal.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal penguatan kapasitas tenaga kesehatan di Kalimantan Tengah guna mendukung terciptanya pelayanan kesehatan yang lebih profesional dan merata. (red/adv)

+ posts
Baca Juga  DPRD Kalteng Perjuangkan Dua Ruas Jalan Katingan Lewat Skema Inpres, Perkuat Akses Pangan dan Perbatasan