HEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Pengawas Diminta Perkuat Peran Strategis, Disdik Kalteng Tekankan Mutu di Tengah Penurunan Anggaran

9
×

Pengawas Diminta Perkuat Peran Strategis, Disdik Kalteng Tekankan Mutu di Tengah Penurunan Anggaran

Sebarkan artikel ini
Rakor Pengawas SMA, SMK, dan SKH se-KaltengTahun 2026 yang digelar oleh Disdik Kalteng.

PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah kembali menegaskan pentingnya penguatan fungsi pengawasan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawas SMA, SMK, dan SKH se-Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang digelar di Aula Berkah Disdik Kalteng, baru-baru ini.

Kegiatan tersebut dipimpin Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, didampingi Plt. Sekretaris Disdik, para kepala bidang SMA, SMK, SKH, GTK, Plt. Kepala BTIKP, serta Koordinator Pengawas. Rakor diikuti sebanyak 45 pengawas dari berbagai kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah.

Dalam arahannya, Reza menekankan bahwa pengawas memiliki posisi strategis dalam memastikan mutu pendidikan tetap terjaga, terutama di tengah dinamika kebijakan dan keterbatasan anggaran.

Ia menyebut pengawas tidak hanya menjalankan fungsi kontrol, tetapi juga terlibat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program pendidikan.

“Fungsi pengawas bukan sekadar mengawasi, tetapi memastikan seluruh proses manajemen pendidikan berjalan sesuai tujuan,” ujarnya.

Reza juga memaparkan kondisi anggaran pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah yang mengalami penurunan signifikan dari sekitar Rp2,3 triliun pada 2025 menjadi kurang lebih Rp1,3 triliun pada 2026.

Penurunan lebih dari Rp1 triliun tersebut, menurutnya, menjadi tantangan bersama yang harus disikapi dengan perencanaan matang dan penetapan prioritas yang tepat.

Ia menegaskan bahwa kebutuhan sekitar 99 ribu siswa di Kalimantan Tengah menjadi prioritas utama, disusul perhatian terhadap sekitar 10 ribu guru, baik dalam aspek kesejahteraan maupun peningkatan kompetensi.

“Di tengah keterbatasan, kita harus memastikan pelayanan pendidikan tetap berjalan optimal. Semua harus bekerja secara terintegrasi,” katanya.

Dalam forum tersebut, Reza juga menyinggung praktik lama terkait pemberian biaya pengawasan yang berbeda-beda di setiap sekolah.

Ia menilai kondisi itu tidak mencerminkan sistem yang sehat. Saat ini, menurutnya, persoalan tersebut telah dibenahi melalui kebijakan pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi pengawas.

Ia mengingatkan bahwa peningkatan kesejahteraan harus diimbangi dengan peningkatan kinerja dan kehadiran nyata di lapangan.

Pengawas diminta memiliki program kerja yang terukur dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan mutu satuan pendidikan.

Lebih lanjut, Reza menegaskan bahwa pengawas merupakan perpanjangan tangan Kepala Dinas Pendidikan di setiap sekolah.

Karena itu, pengawas diharapkan mampu membangun komunikasi yang konstruktif dengan kepala sekolah dan guru, serta menjadi mitra strategis dalam menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan.

Rakor ini menjadi wadah evaluasi sekaligus penguatan komitmen bersama untuk mendorong sistem pengawasan yang lebih profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah.

Melalui koordinasi yang berkelanjutan, Disdik Kalteng berharap pengawas dapat semakin berperan aktif dalam memastikan setiap kebijakan dan program pendidikan berjalan efektif demi kemajuan generasi muda daerah. (red/adv)​

+ posts
Baca Juga  Raih UHC Award 2026, Pemprov Kalteng Dinilai Konsisten Tingkatkan Layanan Kesehatan