HEADLINELIFE STYLEOLAHRAGAPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Pengda Kamajaya Dorong Pembinaan Talenta Muda Lewat Dukungan ISL Regional Kalimantan Tengah 2026

17
×

Pengda Kamajaya Dorong Pembinaan Talenta Muda Lewat Dukungan ISL Regional Kalimantan Tengah 2026

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Keluarga Alumni Atma Jaya Yogyakarta (KAMAJAYA), Denny Y. Tanggara, S.Si, MM, C.PMM, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Kompetisi Indonesia Sentra League (ISL) Regional Kalimantan Tengah 2026 yang dinilai menjadi langkah konkret dalam memperkuat pembinaan sepak bola usia dini.

Menurut Denny, kehadiran kompetisi yang melibatkan 44 tim dari berbagai kategori usia ini menunjukkan komitmen kuat dalam membangun fondasi olahraga sejak dini, sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang secara terarah.

“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya ISL Kalteng 2026. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan usia dini terus berjalan dan mendapat perhatian serius dari berbagai pihak,” ujarnya, baru-baru ini.

Ia menilai, kompetisi yang berlangsung di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, tersebut bukan sekadar ajang pertandingan, tetapi juga sarana strategis dalam membangun karakter, mental, dan kualitas permainan para peserta.

Denny menambahkan, sistem kompetisi yang tersusun mulai dari fase grup hingga babak final memberikan pengalaman bertanding yang komprehensif bagi para pemain muda.

“Format kompetisi seperti ini sangat penting karena memberikan jam terbang yang cukup bagi pemain. Mereka tidak hanya belajar teknik, tetapi juga memahami dinamika pertandingan dan pentingnya kerja sama tim,” katanya.

Baca Juga  Pemprov Kalteng Perkuat GPM dan Operasi Pasar, Jaga Stabilitas Harga Jelang Hari Besar

Lebih lanjut, ia menyoroti partisipasi 44 tim dari kelompok usia U-10 hingga U-15 sebagai indikator positif perkembangan sepak bola usia dini di Kalimantan Tengah.

Menurutnya, tingginya jumlah peserta mencerminkan antusiasme yang besar dari masyarakat sekaligus menjadi modal penting dalam menciptakan ekosistem pembinaan yang berkelanjutan.

“Keterlibatan banyak tim menunjukkan bahwa minat terhadap sepak bola usia dini terus tumbuh. Ini menjadi peluang besar untuk menjaring talenta-talenta potensial yang dapat dibina lebih lanjut,” ucapnya.

Denny juga menilai bahwa tema “Semangat Isen Mulang Menuju Garuda Muda” yang diusung dalam kegiatan ini memiliki makna kuat dalam mendorong semangat juang dan kebanggaan daerah.

Ia menekankan bahwa nilai-nilai tersebut penting untuk ditanamkan sejak dini agar para pemain tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki karakter yang tangguh.

“Nilai sportivitas, disiplin, dan semangat juang harus menjadi bagian dari proses pembinaan. Ini yang akan membentuk pemain yang siap bersaing di level yang lebih tinggi,” tuturnya.

Denny menambahkan, Pengda alumni Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya yang tergabung dalam Kamajaya Kalimantan Tengah menunjukkan komitmennya dalam pengabdian masyarakat melalui dukungan terhadap penyelenggaraan Indonesia Sentra League (ISL) Regional Kalimantan Tengah 2026.

Baca Juga  Kebut Raperda Pertanahan, Pemprov–DPRD Kalteng Sinkronkan Regulasi dan Libatkan BPN

“Keterlibatan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi merupakan bentuk nyata kontribusi alumni dalam mendorong pembinaan generasi muda melalui olahraga. Kami melihat bahwa kegiatan ini memiliki dampak luas, tidak hanya dalam mencetak atlet potensial, tetapi juga dalam membangun karakter, memperkuat nilai kebersamaan, serta membuka ruang kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, ia mengapresiasi sinergi antara panitia, asosiasi sepak bola, dan berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi ini.

Menurut Denny, kolaborasi tersebut menjadi kunci utama dalam menciptakan kegiatan yang berkualitas dan memberikan dampak luas bagi masyarakat.

“Kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan ini patut diapresiasi. Ini menunjukkan bahwa pembinaan olahraga membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar hasilnya maksimal,” jelasnya.

Ia juga mendorong agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga pembinaan pemain usia dini tidak terputus dan semakin berkembang dari waktu ke waktu.

Denny meyakini, keberlanjutan program akan memperkuat jalur pembinaan menuju level yang lebih tinggi, termasuk peluang bagi pemain untuk tampil di tingkat nasional.

“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin. Dengan konsistensi, pembinaan akan semakin matang dan mampu melahirkan pemain-pemain berkualitas,” katanya.

Baca Juga  Skema Kredit UMKM Haguet 2026 Diperkuat, Pemprov Kalteng Siapkan Subsidi Bunga dan Seleksi Ketat

Di sisi lain, ia melihat kompetisi ini sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi sepak bola Indonesia melalui pembinaan di daerah.

Menurutnya, daerah memiliki peran strategis dalam melahirkan talenta-talenta muda yang kelak dapat berkontribusi di level nasional.

“Pembinaan dari daerah merupakan fondasi utama. Jika dilakukan dengan baik, maka akan lahir pemain-pemain yang mampu membawa nama bangsa di kancah yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, Denny menilai ISL Kalteng 2026 telah memberikan kontribusi positif dalam pengembangan sepak bola usia dini, baik dari sisi kompetisi, pembinaan, maupun pembentukan karakter pemain. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan mampu menjaga keberlanjutan program ini serta memperluas dampaknya bagi generasi muda di masa mendatang. (Red/Adv)

+ posts