PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalteng, Toga Hamonangan Nadeak, mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan rasional dalam menyikapi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi belakangan ini.
Ia menjelaskan, kenaikan harga tersebut tidak dapat dilepaskan dari dinamika global, terutama lonjakan harga minyak dunia yang berdampak langsung terhadap kebijakan energi nasional.
Karena itu, masyarakat diminta memahami situasi secara utuh dan tidak bereaksi berlebihan.
“Kondisi ini harus kita maklumi, karena harga minyak dunia memang sedang mengalami kenaikan cukup signifikan. Masyarakat diharapkan bisa menyikapi dengan bijaksana,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Toga juga menyoroti pentingnya pemahaman terkait jenis BBM yang beredar di pasaran.
Menurutnya, BBM non-subsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex diperuntukkan bagi kendaraan dengan spesifikasi mesin tertentu, sehingga penggunaannya tidak bersifat umum.
“Jenis BBM seperti Dexlite dan Pertamina Dex itu untuk kendaraan tertentu, umumnya kendaraan kelas menengah ke atas. Jadi penggunaannya memang sudah sesuai dengan peruntukannya,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying.
Tindakan tersebut dinilai justru dapat memperparah situasi di lapangan, seperti antrean panjang dan distribusi yang tidak merata.
Ia memastikan pemerintah pusat terus melakukan pengawasan terhadap distribusi dan ketersediaan BBM hingga ke daerah, sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.
“Tidak perlu panik. Pemerintah pusat melakukan pemantauan secara menyeluruh sampai ke daerah. Ketersediaan BBM tetap dijaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Toga juga menyinggung kemungkinan adanya praktik penimbunan yang dapat memicu kelangkaan semu di sejumlah wilayah
Oleh sebab itu, ia mendorong semua pihak untuk bersama-sama menjaga distribusi tetap berjalan lancar.
“Kalau terjadi kelangkaan atau antrean, bisa jadi itu karena ulah oknum yang menimbun. Namun secara umum, pemerintah terus memastikan stok aman untuk ketahanan nasional,” ungkapnya.
Sebagai langkah antisipatif, ia turut mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan kendaraan, terutama untuk aktivitas yang tidak mendesak, guna menghemat konsumsi BBM.
“Mari kita kurangi penggunaan kendaraan untuk hal-hal yang tidak terlalu penting. Ini bagian dari upaya bersama menghadapi situasi yang belum sepenuhnya stabil,” pungkasnya. (dd)










