PEMKAB MURUNG RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Sinode Umum Ke-25 GKE Jadi Momentum Perkuat Peran Gereja dalam Mendukung Pembangunan Kalteng

10
×

Sinode Umum Ke-25 GKE Jadi Momentum Perkuat Peran Gereja dalam Mendukung Pembangunan Kalteng

Sebarkan artikel ini

PURUK CAHU – Sinode Umum Ke-25 Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Tahun 2026 resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo di GOR TMTL (Tana Malai Tolung Lingu), Puruk Cahu, Murung Raya, Selasa (7/7/2026).

Pembukaan ditandai dengan pembunyian lonceng sebagai simbol dimulainya persidangan gerejawi yang akan menjadi forum strategis dalam menentukan arah pelayanan GKE selama lima tahun mendatang.

Kegiatan yang berlangsung pada 7–11 Juli 2026 itu diikuti sekitar 1.100 peserta dari berbagai wilayah pelayanan GKE.

Selain menjadi agenda organisasi gereja, sinode juga menjadi wadah memperkuat kebersamaan, mengevaluasi pelayanan, serta menyusun berbagai kebijakan yang diharapkan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

Ketua Umum Panitia Pelaksana, Perdie M. Yoseph, mengatakan Sinode Umum Ke-25 merupakan tonggak penting dalam perjalanan GKE.

Baca Juga  Pemprov Kalteng Tegaskan Pengelolaan APBD Berorientasi pada Kesejahteraan Masyarakat

Melalui forum ini, seluruh peserta diajak melakukan refleksi terhadap perjalanan iman sekaligus merumuskan langkah-langkah pelayanan yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam sambutan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran yang dibacakan Wakil Gubernur Edy Pratowo, disampaikan bahwa GKE telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Kehadirannya tidak hanya memperkuat kehidupan spiritual umat, tetapi juga berperan dalam bidang pendidikan, pelayanan sosial, pembinaan generasi muda, hingga menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat.

“Karena itu, Sinode Umum Ke-25 GKE Tahun 2026 memiliki arti yang sangat penting dan forum ini merupakan kesempatan untuk mempererat kebersamaan serta memperkuat peran gereja dalam menjawab berbagai tantangan di masyarakat,” kata Edy saat membacakan sambutan gubernur.

Baca Juga  DPRD dan Pemprov Kalteng Perkuat Sinkronisasi Pertanggungjawaban APBD 2025

Ia menambahkan, tema “Hiduplah sebagai terang yang membuahkan kebaikan, keadilan, dan kebenaran” menjadi pengingat agar gereja terus menghadirkan pelayanan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Nilai-nilai yang diusung dalam tema itu diharapkan mampu diwujudkan melalui aksi nyata yang mendukung kemajuan daerah sekaligus memperkuat persatuan.

Edy juga mengajak GKE untuk terus membangun sinergi bersama Pemprov dan seluruh elemen masyarakat.

Kolaborasi itu dinilai penting dalam menghadapi berbagai persoalan pembangunan, mulai dari pelestarian lingkungan, penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga perlindungan generasi muda dari ancaman narkoba dan berbagai penyakit sosial.

Menurutnya, gereja memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun karakter masyarakat yang berintegritas, toleran, dan peduli terhadap sesama.

Baca Juga  DPRD dan Pemprov Kalteng Perkuat Sinkronisasi Pertanggungjawaban APBD 2025

Semangat Huma Betang dan Belom Bahadat pun diharapkan terus menjadi landasan dalam memperkuat kerukunan antarumat beragama serta menjaga persatuan di tengah keberagaman, sehingga cita-cita mewujudkan Kalteng yang maju, rukun, sejahtera, dan bermartabat dapat terus diwujudkan secara bersama-sama. (adv)​

+ posts