
PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalteng, Hero Harappano Mandouw mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat program pelatihan vokasi guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka pengangguran di daerah.
Menurutnya, penguatan program pelatihan keterampilan menjadi langkah strategis dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap bersaing di dunia kerja, terutama di tengah dinamika kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Pelatihan keterampilan atau vokasi itu penting, karena bisa langsung membuka peluang kerja bagi masyarakat,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Hero menilai, peningkatan keterampilan masyarakat harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sebab, masih banyak lulusan pendidikan formal yang belum memiliki kemampuan teknis yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Ia menyebutkan bahwa keberadaan pelatihan vokasi dapat menjadi jembatan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri maupun dunia usaha, sehingga lulusan tidak hanya memiliki ijazah tetapi juga keterampilan yang siap digunakan.
“Seringkali kita temui, ijazah tidak cukup. Tanpa keahlian, sulit menembus dunia kerja,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penyusunan program pelatihan yang berbasis pada potensi daerah. Dengan menyesuaikan jenis pelatihan dengan kondisi wilayah, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk membuka usaha maupun bekerja di sektor yang relevan.
“Pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan lokal supaya hasilnya bisa langsung diterapkan,” jelasnya.
Hero juga menilai bahwa keberhasilan program pelatihan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga oleh kualitas materi, kompetensi instruktur, serta tindak lanjut setelah pelatihan selesai.
Ia mendorong pemerintah daerah agar memastikan peserta pelatihan memperoleh manfaat nyata, baik dalam bentuk peluang kerja maupun kemampuan untuk mengembangkan usaha secara mandiri.
“Kita ingin pelatihan ini bukan hanya sekadar program, tapi benar-benar memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap pelatihan vokasi dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja di Kalteng.
Dengan keterampilan yang memadai, masyarakat diharapkan memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi untuk memasuki dunia kerja maupun menciptakan peluang usaha baru.
“Kalau pelatihan berjalan baik, masyarakat akan lebih percaya diri dan punya bekal untuk mandiri secara ekonomi,” pungkasnya. (dd)









