DPRD KALIMANTAN TENGAH

Pesantren Lansia Humikea Dinilai Jadi Inovasi Sosial Baru bagi Pemberdayaan Lansia di Kalteng

20
×

Pesantren Lansia Humikea Dinilai Jadi Inovasi Sosial Baru bagi Pemberdayaan Lansia di Kalteng

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua II DPRD Kalteng, M Ansyari.

PALANGKA RAYA – Berdirinya Pesantren Lansia Huma Itah Kea (Humikea) atau Rumah Kita Juga di Kompleks Hasanka Boarding School, Jalan Seth Adji, Palangka Raya, mendapat apresiasi dari Wakil Ketua II DPRD Kalteng, Muhammad Ansyari.

Menurutnya, kehadiran Humikea menjadi terobosan yang patut didukung karena menghadirkan konsep pembinaan lansia yang menggabungkan pendidikan, pembinaan keagamaan, serta aktivitas sosial dalam satu wadah.

Program tersebut dinilai dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat lanjut usia yang membutuhkan ruang untuk tetap aktif dan produktif.

Ansyari menyampaikan bahwa pesantren lansia tersebut diinisiasi oleh Anggota Komisi II DPR RI, Iwan Kurniawan, melalui Yayasan Huma Itah Kea.

Kehadirannya diharapkan mampu menjawab kebutuhan para lansia yang ingin menjalani masa tua dengan kegiatan yang lebih bermakna.

“Pak Iwan Kurniawan yang menginisiasi pendirian pesantren lansia melalui Yayasan Huma Itah Kea. Pesantren ini nantinya menjadi tempat yang dapat mewadahi para lansia,” ujarnya, belum lama ini.

Ia menjelaskan, Humikea tidak hanya menyediakan tempat tinggal bagi para lansia, tetapi juga akan menghadirkan berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup penghuni.

Kegiatan seperti pembelajaran keagamaan, pengembangan keterampilan, penguatan mental dan spiritual, hingga aktivitas sosial akan menjadi bagian dari program pembinaan yang dijalankan.

Menurut Ansyari, model pembinaan seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Sebab, banyak lansia yang masih memiliki semangat berkarya dan berkontribusi, namun membutuhkan lingkungan yang mendukung untuk menyalurkan potensi tersebut.

“Selain menjadi tempat tinggal, ke depan akan ada berbagai kegiatan yang memberikan tambahan pengetahuan, pembinaan keagamaan, serta aktivitas yang dapat mengisi waktu para lansia agar tetap produktif,” katanya.

Ia menilai, keberadaan Humikea juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

Melalui berbagai kegiatan yang terarah, para lansia tidak hanya mendapatkan pendampingan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk membangun interaksi sosial yang positif dan menjaga kesehatan mental mereka.

“Kami dari DPRD tentu mengapresiasi karena ini merupakan program yang baik. Keberadaan pesantren lansia ini bisa menjadi solusi bagi para lansia yang mungkin merasa kurang produktif di rumah. Di sini mereka dapat bergabung, menimba ilmu, memperkuat nilai-nilai keagamaan, sekaligus mengikuti berbagai kegiatan yang bermanfaat,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Ansyari menyebut Humikea berpotensi menjadi pelopor pesantren lansia berbasis pendidikan dan keagamaan di Kalteng.

Selama ini, fasilitas yang tersedia untuk lansia umumnya berbentuk panti sosial, sementara konsep pesantren yang secara khusus diperuntukkan bagi lansia masih tergolong baru.

“Kalau yang berbentuk pesantren pendidikan untuk lansia, yang pertama di Kalteng. Sebelumnya memang ada panti yang dikelola Dinas Sosial, tetapi yang berbasis pendidikan pesantren dan keagamaan seperti ini sepertinya baru ada sekarang,” ungkapnya.

Ia berharap keberadaan Humikea dapat menjadi contoh bagi berbagai pihak dalam mengembangkan program pemberdayaan lansia yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

Dengan dukungan berbagai elemen masyarakat, pesantren lansia tersebut diharapkan mampu menjadi pusat pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup para lansia di Kalteng. (adv)​

+ posts