AKADEMIKAEKONOMI & BISNISHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Komunitas Sepeda Palangka Raya Dibekali Ilmu Investasi Pasar Modal

33
×

Komunitas Sepeda Palangka Raya Dibekali Ilmu Investasi Pasar Modal

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Tengah terus memperluas literasi dan inklusi keuangan dengan menyasar berbagai komunitas di daerah. Kali ini, edukasi diwujudkan melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal yang diikuti Komunitas Sepeda Palangka Raya, sekaligus pembukaan rekening investasi pasar modal di Muhammad Subuh Center, Sei Gohong.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Palangka Raya Bersepeda yang diselenggarakan Komunitas Hakumpul Seli (HASI) dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-69 Kota Palangka Raya dan Hari Ulang Tahun ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya. Melalui momentum tersebut, peserta tidak hanya mengikuti aktivitas olahraga, tetapi juga memperoleh pembekalan mengenai pentingnya pengelolaan keuangan dan investasi yang aman.

Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Road to SEPMT 2026 yang bertujuan memperluas inklusi keuangan di Kalimantan Tengah. OJK dan BEI Kalimantan Tengah menargetkan terbentuknya 1.000 Single Investor Identification (SID) baru sepanjang 2026 sebagai upaya meningkatkan jumlah masyarakat yang berinvestasi melalui instrumen pasar modal yang legal dan berada di bawah pengawasan otoritas.

Baca Juga  DPRD Kalteng Minta Nasib GTT Jadi Prioritas, Pengangkatan PPPK Dinilai Mendesak

Dalam kegiatan tersebut, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah yang diwakili Asisten Manajer Bidang Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis (PEPK dan LMST) Kantor OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Noor Bima Haru Kurniawan, menyampaikan bahwa kebiasaan hidup sehat memiliki keterkaitan erat dengan pengelolaan keuangan yang baik.

“Bersepeda mengajarkan kita pentingnya menjaga kebugaran melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Prinsip yang sama juga berlaku dalam menjaga kesehatan finansial. Kondisi keuangan yang sehat dibangun melalui perencanaan yang baik, pengelolaan pengeluaran secara disiplin, serta investasi yang dilakukan secara rutin dan sesuai dengan kemampuan,” terang Noor Bima Haru Kurniawan, Sabtu (18/7/2026).

Menurutnya, investasi bukan hanya tentang memperoleh keuntungan, tetapi juga membangun kebiasaan mengelola keuangan secara terencana dan bertanggung jawab. Karena itu, masyarakat perlu memahami produk dan layanan pasar modal agar mampu mengambil keputusan investasi yang tepat sesuai profil risiko masing-masing.

Baca Juga  Ketua DPRD Kalteng Minta Konflik KSU Sejahtera Bersama Segera Diakhiri

Melalui Sekolah Pasar Modal, peserta memperoleh pemahaman mengenai berbagai instrumen investasi yang legal, mekanisme pembukaan rekening investasi, hingga pentingnya mengenali karakteristik produk sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam memanfaatkan layanan jasa keuangan formal.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara interaktif. Para peserta memanfaatkan sesi diskusi untuk berkonsultasi mengenai pengelolaan keuangan pribadi, peluang investasi di pasar modal, serta berbagai produk dan layanan yang tersedia. Antusiasme tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi keuangan sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Sinergi antara OJK Provinsi Kalimantan Tengah, BEI Kalimantan Tengah, dan Komunitas HASI menjadi langkah nyata dalam memperluas jangkauan edukasi keuangan hingga ke lingkungan komunitas. Pendekatan tersebut dinilai efektif karena mampu menghadirkan materi investasi dalam suasana yang lebih dekat dengan masyarakat.

Baca Juga  FMIPA UPR dan FMIPA ITB Sepakati Kerja Sama Strategis Penguatan Tridharma Perguruan Tinggi

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan semakin banyak generasi muda maupun anggota komunitas di Kalimantan Tengah yang memiliki pemahaman memadai mengenai pasar modal. Dengan literasi yang semakin baik, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara legal, aman, serta bertanggung jawab sehingga dapat mendukung terwujudnya kesejahteraan finansial yang berkelanjutan. (Red/ADV)

+ posts