HEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Sinergi Pemprov Kalteng dan Kementan Dorong Pendidikan Vokasi untuk Percepat Swasembada Pangan

17
×

Sinergi Pemprov Kalteng dan Kementan Dorong Pendidikan Vokasi untuk Percepat Swasembada Pangan

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Pemprov Kalteng memperkuat langkah strategis di sektor pertanian melalui penandatanganan nota kesepakatan dengan Kementerian Pertanian RI terkait penyelenggaraan pendidikan vokasi dan magang mahasiswa di kawasan cetak sawah.

Kegiatan tersebut berlangsung di Istana Isen Mulang (IIM), Rumah Jabatan Gubernur, Selasa malam (12/5/2026).

Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran menegaskan, kerja sama ini merupakan bagian penting dalam upaya mendorong percepatan swasembada pangan berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi Kalteng sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan oleh luas lahan dan dukungan infrastruktur, tetapi juga kesiapan SDM yang memiliki kompetensi dan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi.

“Kolaborasi ini menjadi langkah konkret untuk menyiapkan SDM pertanian yang unggul dan siap terjun langsung di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan program cetak sawah akan memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa, sehingga mampu menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dengan sektor industri pertanian.

Baca Juga  Keaktifan Peserta JKN Jadi Fokus, Pemprov Kalteng Dorong Percepatan UHC

Selain itu, program ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi muda yang tertarik mengembangkan sektor pertanian modern, sekaligus mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja konvensional.

Agustiar juga menekankan pentingnya implementasi nyata dari kesepakatan tersebut agar memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Sementara itu, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan RI, Hermanto, menyampaikan bahwa Kalteng menjadi salah satu fokus pengembangan program cetak sawah nasional yang terus didorong hingga 2026.

Ia mengungkapkan, pada 2025 pembangunan cetak sawah ditargetkan mencapai sekitar 30 ribu hektare, sedangkan pada 2026 ditargetkan sekitar 10 ribu hektare.

Baca Juga  Kunjungan DPRD Ungkap Minimnya Tenaga Medis Desa Haragandang

Program tersebut dinilai membutuhkan dukungan SDM terampil agar hasilnya optimal dan berkelanjutan.

“Pendidikan vokasi menjadi solusi untuk menyiapkan tenaga terampil yang mampu mengelola lahan pertanian secara modern dan efisien,” katanya.

Kepala BPPSDMP Kementan RI, Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa pendekatan pendidikan berbasis praktik akan memperkuat kemampuan peserta dalam mengelola pertanian dari hulu hingga hilir.

Ia menjelaskan, selain teknik budidaya, peserta juga akan dibekali keterampilan agribisnis, manajemen usaha, hingga pemanfaatan teknologi pertanian modern seperti alat mesin pertanian, drone, dan sistem digital.

“Dengan pendekatan ini, lulusan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga berpotensi menjadi wirausaha di sektor pertanian,” jelasnya.

Dari kalangan akademisi, Rektor Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Muhammad Yusuf, menyatakan komitmennya untuk mendukung program tersebut melalui pengembangan kurikulum berbasis teknologi dan kebutuhan lapangan.

Baca Juga  DPRD Soroti Arah Pendidikan Kalteng, Diminta Lebih Adaptif terhadap Kearifan Lokal dan Tantangan Zaman

Menurutnya, integrasi antara pendidikan dan praktik lapangan akan menciptakan lulusan yang lebih kompetitif serta mampu menjawab tantangan pertanian modern.

Program pendidikan vokasi ini nantinya dikelola oleh Akademi Komunitas Muhammadiyah Palangka Raya di bawah pembinaan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, dengan harapan dapat menjadi model pengembangan SDM pertanian yang berkelanjutan di Kalteng. (adv)​

+ posts