EKONOMI & BISNISHEADLINENASIONAL

MSCI Akui Reformasi Pasar Modal Indonesia Perkuat Transparansi Global

13
×

MSCI Akui Reformasi Pasar Modal Indonesia Perkuat Transparansi Global

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan apresiasi atas pengakuan internasional terhadap reformasi pasar modal Indonesia yang dinilai semakin memperkuat transparansi serta integritas sektor keuangan nasional.

Pengakuan tersebut tercermin dalam pembaruan penilaian yang dirilis MSCI Inc. terkait Update on Free Float Assessment of Indonesian Securities. Dalam asesmen tersebut, MSCI mencatat sejumlah langkah strategis yang telah dilakukan Indonesia dalam meningkatkan kualitas tata kelola pasar modal.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari upaya berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak dalam ekosistem pasar modal nasional.

“Berbagai inisiatif strategis di atas merupakan bagian dari upaya berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas tata kelola pasar, memperkuat perlindungan investor, serta mendorong pasar modal Indonesia menjadi lebih kredibel, transparan, dan berdaya saing global,” ujarnya, baru-baru ini.

Baca Juga  Kolaborasi Pemprov dan OJK Kalteng Percepat Penguatan UMKM

Ia menjelaskan, sejumlah langkah reformasi yang mendapat perhatian MSCI meliputi peningkatan transparansi kepemilikan saham di atas satu persen, penguatan klasifikasi investor secara lebih rinci, implementasi kerangka kerja High Shareholding Concentration (HSC), serta peningkatan batas minimum saham beredar di publik atau free float.

Menurutnya, berbagai kebijakan tersebut dirancang untuk memperkuat struktur pasar sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia di tingkat global.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menilai pengakuan awal dari MSCI menjadi indikator positif terhadap arah kebijakan reformasi yang dijalankan pemerintah dan otoritas terkait.

“Ke depan, implementasi langkah-langkah reformasi akan terus dijaga agar berjalan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan, serta diperkuat melalui koordinasi aktif dengan berbagai pihak, termasuk pelaku pasar global,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini MSCI masih melakukan asesmen lanjutan dengan memanfaatkan berbagai sumber data baru yang dihasilkan dari reformasi pasar modal Indonesia, sekaligus menghimpun masukan dari pelaku pasar global. Proses ini menjadi bagian penting dalam penyempurnaan penilaian menjelang Index Review MSCI pada Mei 2026 serta Market Accessibility Review pada Juni 2026.

Baca Juga  Kerja Sama FPKP UPR dan Desa Tuwung Perkuat Ekonomi

OJK memandang tahapan tersebut sebagai momentum strategis untuk menunjukkan efektivitas implementasi kebijakan yang telah dilakukan, sekaligus memperkuat daya tarik investasi pasar modal Indonesia di mata investor internasional.

Di sisi lain, meskipun reformasi telah mendapat pengakuan, MSCI masih melakukan evaluasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan terkait perubahan indeks, sebagai bagian dari pendekatan kehati-hatian dalam menilai implementasi kebijakan.

Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, OJK juga menegaskan akan terus melaksanakan delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal. Program tersebut mencakup peningkatan transparansi, penguatan likuiditas, penegakan hukum, tata kelola, serta pendalaman pasar.

Baca Juga  DPRD Dukung Rehabilitasi RSUD Muara Teweh Demi Pelayanan Lebih Berkualitas

Melalui langkah-langkah tersebut, OJK optimistis pasar modal Indonesia akan semakin berkembang menjadi lebih dalam, likuid, dan kredibel, serta mampu memberikan kontribusi optimal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan pengakuan awal dari MSCI dan komitmen berkelanjutan dari regulator, reformasi pasar modal Indonesia diharapkan mampu memperkuat kepercayaan global sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat internasional. (Red/Adv)

+ posts