DPRD BARITO UTARAHEADLINE

Pencegahan Bullying Harus Dimulai dari Rumah, Henny Rosgiaty: Orang Tua Jangan Lepas Tangan

15
×

Pencegahan Bullying Harus Dimulai dari Rumah, Henny Rosgiaty: Orang Tua Jangan Lepas Tangan

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua II DPRD Barito Utara, Henny Rosgiaty Rusli.

MUARA TEWEH – Kasus perundungan atau bullying yang melibatkan anak-anak dan remaja menjadi perhatian serius berbagai kalangan.

Wakil Ketua II DPRD Barito Utara, Henny Rosgiaty Rusli, menegaskan bahwa upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan sekolah, tetapi harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai tempat pertama anak belajar mengenal sikap dan perilaku.

Henny menyampaikan, meningkatnya kasus perundungan menjadi sinyal perlunya penguatan pendidikan karakter sejak dini. Perundungan, baik dalam bentuk fisik, verbal, maupun psikologis, dapat memberikan dampak yang panjang terhadap kondisi mental dan sosial korban.

“Bullying bukan persoalan sepele yang dapat dianggap sebagai bagian dari kenakalan remaja. Dampaknya bisa memengaruhi masa depan anak, mulai dari hilangnya rasa percaya diri hingga trauma yang berkepanjangan,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga  Dari Layar Digital ke Kain Batik, Barito Utara Siapkan Warisan Budaya Bernilai Ekonomi

Ia menambahkan, penanganan kasus bullying harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Langkah pencegahan juga perlu diperkuat melalui edukasi yang berkelanjutan di lingkungan pendidikan dan masyarakat.

Peran orang tua, kata Henny, menjadi faktor penting dalam membentuk karakter anak. Keluarga yang menghadirkan komunikasi terbuka dan penuh perhatian diyakini mampu mengurangi potensi munculnya perilaku agresif pada anak.

“Anak-anak tidak lahir sebagai pelaku perundungan. Ada banyak faktor yang memengaruhi, seperti kurangnya pengawasan, minimnya keteladanan, hingga hubungan komunikasi yang tidak terbangun dengan baik di rumah,” katanya.

Ia mengingatkan para orang tua agar tidak menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan karakter kepada guru. Kehadiran orang tua dalam keseharian anak, termasuk memahami pergaulan dan aktivitas mereka di dunia digital, menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang sehat.

Baca Juga  Srikandi DPRD Barito Utara ini Ingatkan Pentingnya Sinergi Cegah Kasus Perundungan Anak

Selain memberikan perhatian terhadap aktivitas anak, orang tua juga perlu mengenali perubahan sikap yang muncul, seperti anak menjadi lebih pendiam, mudah marah, atau enggan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Tanda-tanda tersebut dapat menjadi indikator awal adanya tekanan atau tindakan perundungan yang dialami.

Di sisi lain, Henny mendorong sekolah untuk terus memperkuat sistem pengawasan dan menyediakan ruang pengaduan yang aman bagi peserta didik. Dengan demikian, setiap kasus yang muncul dapat ditangani lebih cepat dan tepat.

Ia menegaskan, pemberantasan bullying hanya akan berhasil apabila ada sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat. Kepedulian bersama menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak.

Baca Juga  FMIPA UPR dan FMIPA ITB Sepakati Kerja Sama Strategis Penguatan Tridharma Perguruan Tinggi

“Perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama. Kita ingin generasi muda tumbuh dengan rasa aman, saling menghargai, dan memiliki karakter yang kuat untuk menghadapi tantangan di masa depan,” pungkasnya. (adv)​

+ posts