DPRD KALIMANTAN TENGAHHEADLINE

Kemarau Panjang Ancam Ketersediaan Air, DPRD Kalteng Minta Solusi Jangka Panjang

8
×

Kemarau Panjang Ancam Ketersediaan Air, DPRD Kalteng Minta Solusi Jangka Panjang

Sebarkan artikel ini
Purdiono.

PALANGKA RAYA – Musim kemarau panjang mulai memberikan dampak terhadap ketersediaan air bersih masyarakat di sejumlah wilayah Kalteng. Kondisi ini menjadi perhatian Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Purdiono, terutama kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito yang mulai menghadapi penurunan sumber air.

Purdiono mengatakan, pemerintah perlu memberikan perhatian lebih terhadap kondisi yang mulai dirasakan masyarakat. Kemarau berkepanjangan tidak hanya membuat debit Sungai Barito menurun, tetapi juga berdampak pada sejumlah anak sungai dan sumur warga yang menjadi sumber utama kebutuhan sehari-hari.

Wilayah seperti Barito Timur dan Barito Selatan menjadi bagian yang turut menghadapi persoalan ketersediaan air. Kondisi ini membuat kebutuhan air bersih semakin penting untuk ditangani, terlebih bagi masyarakat yang mengandalkan sumber air alami untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Hal ini juga menjadi persoalan serius saat ini. Musim kemarau yang panjang menyebabkan krisis air bersih, khususnya di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, seperti Barito Timur dan Barito Selatan,” kata Purdiono, Senin (21/9/2026).

Baca Juga  Pemprov Kalteng Salurkan Sembako dan KHBS kepada Warga Kalampangan

Ia menyampaikan, persoalan air bersih juga menjadi salah satu aspirasi yang diterima saat melaksanakan kegiatan reses. Masyarakat menyampaikan kebutuhan terhadap sumber air yang dapat digunakan secara berkelanjutan, salah satunya melalui pembangunan sumur bor.

“Berdasarkan hasil reses saya kemarin, aspirasi utama masyarakat adalah permohonan pembuatan sumur bor,” ujarnya.

Namun, Purdiono mengingatkan pembangunan sumur bor perlu didahului kajian kondisi wilayah. Setiap daerah memiliki karakteristik tanah dan kondisi sumber air bawah tanah yang berbeda.

Karena itu, pengeboran belum tentu langsung menghasilkan sumber air dengan debit yang mampu memenuhi kebutuhan warga.

“Namun, pembuatan sumur bor juga belum menjamin keluarnya sumber air,” katanya.

Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, ketersediaan air juga berkaitan dengan aktivitas masyarakat lainnya. Sektor pertanian, misalnya, membutuhkan pasokan air yang memadai agar kegiatan budidaya tetap berjalan ketika curah hujan rendah.

Baca Juga  Gubernur Agustiar Sabran Perkuat Perlindungan Relawan Penanganan Karhutla

Atas kondisi itu, Purdiono mendorong pemerintah menyiapkan strategi penyediaan air bersih dalam jangka panjang. Pembangunan fasilitas pengolahan air, embung hingga bendungan dapat menjadi bagian dari perencanaan untuk memperkuat ketahanan air di daerah yang rawan mengalami kekeringan.

“Pemerintah perlu memikirkan infrastruktur air bersih untuk jangka panjang. Tidak hanya ketika musim kemarau datang, tetapi bagaimana masyarakat tetap memiliki sumber air yang bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemprov Kalteng yang telah menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah daerah terdampak kekeringan. Pada awal September 2026, distribusi air dilakukan ke beberapa wilayah, termasuk Barito Timur dan Barito Selatan.

Bantuan distribusi air menjadi langkah penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kondisi darurat. Namun, upaya itu perlu diikuti dengan pembangunan infrastruktur dan pemetaan sumber air agar persoalan serupa dapat diantisipasi ketika musim kemarau kembali berlangsung.

Baca Juga  Kolaborasi RSUD Doris Sylvanus dan Smile Train Layani Anak

Purdiono berharap pemerintah bersama pemerintah daerah dapat memperkuat koordinasi dalam menangani persoalan air bersih. Pemetaan wilayah rawan kekeringan, identifikasi sumber air, pembangunan sarana penampungan, serta pengembangan jaringan distribusi dapat menjadi bagian dari langkah persiapan menghadapi musim kemarau.

“Harapannya, persoalan air bersih ini tidak hanya diselesaikan melalui bantuan saat kemarau. Perlu ada perencanaan dan pembangunan infrastruktur supaya masyarakat memiliki jaminan sumber air dalam jangka panjang,” pungkasnya. (adv)​

+ posts