HEADLINE

DPRD Soroti Arah Pendidikan Kalteng, Diminta Lebih Adaptif terhadap Kearifan Lokal dan Tantangan Zaman

14
×

DPRD Soroti Arah Pendidikan Kalteng, Diminta Lebih Adaptif terhadap Kearifan Lokal dan Tantangan Zaman

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh.

PALANGKA RAYA – Arah sistem pendidikan di Kalteng dinilai perlu pembenahan agar lebih adaptif terhadap kebutuhan daerah sekaligus mampu menjawab tantangan global.

Selama ini, orientasi pendidikan masih cenderung berfokus pada capaian akademik dan target melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, tanpa diimbangi dengan penguatan konteks lokal.

Anggota Komisi III DPRD Kalteng Faridawaty Darland Atjeh mengatakan, persoalan pendidikan tidak hanya terbatas pada pemerataan akses dan infrastruktur, tetapi juga menyangkut substansi pembelajaran yang dinilai belum sepenuhnya relevan dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat.

Ia menilai, luasnya wilayah Kalteng serta keragaman budaya yang dimiliki seharusnya menjadi kekuatan dalam membangun sistem pendidikan yang kontekstual.

Baca Juga  Ketua DPRD Apresiasi Sinergi Pemkab Bersama Kajari Baru Barito Utara

Menurutnya, pengenalan nilai-nilai budaya lokal perlu diintegrasikan dalam proses pembelajaran agar generasi muda memiliki identitas yang kuat di tengah perkembangan zaman.

“Pendidikan harus mampu membentuk karakter sekaligus memberikan pemahaman tentang lingkungan dan budaya sendiri, sehingga generasi muda tidak tercerabut dari akar identitasnya,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Selain itu, Faridawaty menyoroti pesatnya perkembangan digitalisasi yang membawa dampak besar terhadap pola pikir dan perilaku generasi muda.

Ia menegaskan, dunia pendidikan perlu mengambil peran strategis sebagai filter sekaligus pengarah agar kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan secara positif tanpa mengikis nilai-nilai lokal.

Baca Juga  Sinergi Pemprov Kalteng dan Kementan Dorong Pendidikan Vokasi untuk Percepat Swasembada Pangan

Dalam pandangannya, keseimbangan antara kemampuan akademik, keterampilan praktis, serta pemahaman budaya menjadi kunci untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Ia juga mendorong adanya inovasi dalam penyusunan kurikulum agar lebih aplikatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Kolaborasi antara Pemprov, satuan pendidikan, keluarga, serta lingkungan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara merata di seluruh wilayah Kalteng.

Faridawaty berharap, ke depan sistem pendidikan di Kalteng tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap bersaing secara global, tetapi juga memiliki karakter kuat, berintegritas, dan mampu menjaga serta mengembangkan kearifan lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah. (adv)​

Baca Juga  Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital di Kalimantan Tengah Melalui GEMPITA 2026
+ posts