MUARA TEWEH – DPRD Barito Utara menyoroti masih minimnya pelayanan kesehatan di sejumlah wilayah pedalaman setelah hasil reses menemukan adanya desa yang belum memiliki tenaga medis aktif.
Kondisi tersebut terjadi di Desa Haragandang, Muara Pari, dan Linon Besi, sehingga masyarakat kesulitan memperoleh layanan kesehatan dasar secara maksimal.
Wakil Ketua II DPRD Barito Utara, Henny Rosgiati Rusli mengatakan, selain kekosongan tenaga kesehatan, fasilitas pendukung seperti ketersediaan obat-obatan di Puskesmas Pembantu (Pustu) juga sering mengalami kekurangan.
Hal itu dinilai dapat menghambat penanganan warga yang membutuhkan pelayanan cepat.
Menurut Henny, persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena telah berdampak terhadap keselamatan masyarakat.
Berdasarkan laporan yang diterima DPRD, dalam kurun waktu satu tahun terakhir terdapat dua warga yang meninggal dunia saat perjalanan menuju RSUD Muara Teweh akibat terlambat mendapatkan penanganan medis.
“Kondisi ini harus segera menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pemerataan tenaga medis hingga ke desa terpencil sangat diperlukan agar masyarakat mendapat pelayanan kesehatan yang layak,” kata Henny, belum lama ini.
DPRD meminta pemerintah daerah segera melakukan evaluasi dan penataan distribusi tenaga kesehatan, terutama di wilayah yang jauh dari akses rumah sakit.
Keberadaan petugas kesehatan di desa dinilai penting untuk memberikan pelayanan awal dan penanganan darurat bagi masyarakat.
Tidak hanya sektor kesehatan, DPRD juga menyoroti kualitas layanan BPJS di rumah sakit agar seluruh masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang adil dan tidak mengalami kendala saat berobat.
Selain itu, pemerintah daerah diminta mempercepat perbaikan jaringan internet di desa-desa guna mendukung kegiatan pendidikan dan pelayanan administrasi berbasis digital.
DPRD turut mendorong penyelesaian administrasi tenaga pendidik agar proses belajar mengajar tidak terganggu akibat transisi status kepegawaian. (adv)










