HEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Stok Pangan Kalteng Dipastikan Aman Jelang Ramadan, Pemprov Soroti Lonjakan Harga Cabai dan LPG

16
×

Stok Pangan Kalteng Dipastikan Aman Jelang Ramadan, Pemprov Soroti Lonjakan Harga Cabai dan LPG

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng memastikan ketersediaan bahan pangan di wilayah Kalteng dalam kondisi aman menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kepastian tersebut disampaikan usai pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) harga, keamanan, dan mutu pangan yang dipusatkan di depan Bank BRI Jalan Ahmad Yani Palangka Raya, Kamis (5/2/2025).

Kegiatan ini melibatkan Tim Dinas Ketahanan Pangan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta sejumlah instansi terkait.

Sidak dihadiri Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalteng, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng, perwakilan Perum Bulog Kanwil Kalteng, Polda Kalteng, unsur TNI, serta lintas sektor lainnya.

Pemantauan dilakukan di sejumlah titik, antara lain Pasar Besar Palangka Raya, Pasar Kahayan, distributor dan pengecer LPG, serta Gudang Bulog Palangka Raya.

Staf Ahli Gubernur Kalteng Yuas Elko menyampaikan, berdasarkan hasil pemantauan di Gudang Bulog, stok pangan dipastikan mencukupi untuk empat hingga enam bulan ke depan. Ketersediaan beras medium di tingkat pedagang besar juga terpantau aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Ramadan.

“Dari hasil pengecekan, stok beras dan bahan pokok lainnya relatif aman. Kami ingin memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya mencatat adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas, khususnya cabai rawit dan cabai merah yang berada pada kisaran Rp100.000 hingga Rp120.000 per kilogram.

Selain itu, harga LPG 3 kilogram di tingkat pengecer juga menjadi perhatian, karena terpantau mencapai Rp35.000 hingga Rp38.000 di wilayah Kota Palangka Raya, bahkan berkisar Rp50.000 sampai Rp60.000 di beberapa daerah pedalaman.

Menurut Yuas, pemerintah mendorong kabupaten/kota untuk melakukan inovasi kebijakan terkait penetapan harga LPG di tingkat pengecer dengan mempertimbangkan jarak angkut dari pangkalan ke wilayah distribusi. Dengan demikian, standar harga dapat lebih terukur dan transparan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi borong atau panic buying serta tetap berbelanja sesuai kebutuhan. Pemerintah Provinsi bersama TPID berencana menggelar pasar murah atau pasar penyeimbang sebagai langkah menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng Agus Candra menjelaskan bahwa pihaknya memiliki tugas dalam pengawasan pangan segar, serta berkoordinasi dengan lintas instansi terkait untuk komoditas yang memiliki regulasi khusus.

“Kami memastikan suplai pangan, termasuk yang masuk dari luar pulau, tetap terpantau dengan baik dan stok yang tersedia di wilayah Kalimantan Tengah dalam kondisi cukup,” ujarnya.

Ia menambahkan, fluktuasi harga pada awal Ramadan merupakan fenomena yang lazim terjadi setiap tahun. Namun, berdasarkan pengalaman sebelumnya, harga cenderung kembali stabil setelah pekan pertama Ramadan.

Meski demikian, pihaknya menegaskan akan melakukan langkah antisipatif agar kenaikan harga menjelang Hari Raya Idulfitri tidak melonjak signifikan dan tetap dalam batas yang terkendali.

“Kami akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi agar stabilitas harga tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan menyambut Idulfitri dengan tenang,” tutupnya. (red/adv)​

+ posts
Baca Juga  Jelang Ramadan, Pemprov Kalteng Intensifkan Pengawasan Harga Pangan di Pasar Besar Palangka Raya