HEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Gubernur Agustiar Perkuat Barisan Lintas Agama Hadapi Karhutla dan Hoaks di Kalteng

12
×

Gubernur Agustiar Perkuat Barisan Lintas Agama Hadapi Karhutla dan Hoaks di Kalteng

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mendorong seluruh elemen masyarakat memperkuat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan yang berkembang di daerah.

Kolaborasi lintas agama dan tokoh masyarakat menjadi salah satu kekuatan penting, terutama dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta menjaga masyarakat dari dampak penyebaran hoaks.

Ajakan itu disampaikan Agustiar saat menggelar pertemuan hasupa hasundau bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat di Istana Isen Mulang, Jumat (23/10/2026).

Pertemuan digelar setelah salat Subuh berjemaah di masjid dan berlangsung dalam suasana silaturahmi serta dialog mengenai kondisi Kalteng.

Wakil Gubernur Edy Pratowo, Sekda Linae Victoria Aden, kepala OPD, ulama, tokoh lintas agama, dan tokoh masyarakat turut hadir dalam kegiatan itu.

Agustiar mengatakan, tantangan seperti karhutla tidak dapat ditangani hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan kepedulian dan keterlibatan masyarakat secara luas agar upaya pencegahan maupun penanganan dapat berjalan lebih efektif.

Kehadiran tokoh agama memiliki arti penting karena pesan yang disampaikan melalui rumah ibadah maupun kegiatan keagamaan dapat menjangkau masyarakat secara langsung.

Karena itu, ia mengajak para tokoh agama menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama, termasuk mengingatkan masyarakat agar menjaga lingkungan dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu karhutla.

“Hanya dengan kebersamaan semua elemen masyarakat, termasuk para tokoh agama, kita mampu melewati masa-masa sulit, khususnya menghadapi karhutla saat ini,” ucapnya.

Baca Juga  Bahuang Super Cup Perkuat Sportivitas dan Persaudaraan Generasi Muda

Selain persoalan karhutla, Agustiar meminta tokoh lintas agama terus menghadirkan pesan-pesan yang menenangkan dan memperkuat persaudaraan. Kondisi sosial yang harmonis menjadi modal penting bagi daerah dalam menghadapi berbagai persoalan.

“Tokoh agama merupakan figur terpandang dan diteladani. Tentu dengan pesan-pesan damai, kebersamaan, serta ajakan untuk saling bahu-membahu dalam menghadapi persoalan, akan tercipta rasa tenang di masyarakat,” imbuhnya.

Ketua MUI Kalteng Khairil Anwar menyambut baik ruang dialog yang mempertemukan pemerintah dengan tokoh lintas agama.

Ia menyebut komunikasi yang terbuka dapat memperkuat kesamaan langkah dalam menjaga ketertiban dan suasana kondusif di tengah masyarakat.

Bagi MUI dan organisasi keagamaan Islam di Kalteng, keterlibatan dalam menjaga kondisi daerah merupakan bagian dari tanggung jawab sosial. Kontribusi dapat dilakukan sesuai kapasitas masing-masing, termasuk melalui edukasi dan penyampaian pesan keagamaan yang mendorong kedamaian serta kepedulian terhadap lingkungan.

“MUI Kalteng dan seluruh elemen organisasi keagamaan Islam siap berkontribusi sesuai dengan kapasitas masing-masing untuk menciptakan suasana yang kondusif di Kalteng,” ungkapnya.

Semangat kebersamaan juga disampaikan Ketua PGI Kalteng Pdt. Ayang. Ia mengangkat falsafah Huma Betang sebagai nilai yang relevan untuk terus dijaga dalam kehidupan masyarakat Kalteng.

Huma Betang tidak hanya menjadi simbol kehidupan bersama masyarakat Dayak, tetapi juga mengandung semangat gotong royong, toleransi, dan persatuan. Nilai itu dapat menjadi pengikat masyarakat yang hidup dalam keberagaman latar belakang dan keyakinan.

Baca Juga  OJK Perkuat Ketahanan Finansial Masyarakat Melalui Bulan Inklusi Keuangan

“Falsafah Huma Betang yang menjadi pandangan hidup masyarakat Dayak Kalteng merupakan semangat yang membumi dan mampu merajut rasa persatuan yang kokoh,” tuturnya.

Sementara itu, perwakilan tokoh agama Katolik Pastor Cornelius Fallo melihat semangat kebersamaan yang dibangun pemerintah bersama tokoh lintas agama sebagai kekuatan untuk menghadapi berbagai persoalan daerah.

Ia meyakini komunikasi dan kerja sama yang terus dibangun dapat mendorong masyarakat untuk tidak mudah terpecah ketika menghadapi persoalan bersama, termasuk ancaman karhutla.

“Dengan semangat kebersamaan yang dibangun oleh Bapak Gubernur selama ini, kita akan mampu menghadapi persoalan seberat apa pun,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Kalteng Marsma TNI Muhammad Nur mengingatkan tantangan lain yang perlu mendapat perhatian, yakni maraknya penyebaran hoaks melalui media sosial.

Arus informasi yang begitu cepat membuat masyarakat perlu memiliki kemampuan memilah informasi. Kabar yang belum terverifikasi dapat menimbulkan keresahan apabila langsung dipercaya dan disebarluaskan.

Karena itu, tokoh agama diharapkan ikut memberikan edukasi kepada umat dan masyarakat agar menggunakan media sosial secara bertanggung jawab. Pesan untuk memeriksa sumber informasi sebelum membagikannya juga penting disampaikan secara berkelanjutan.

Baca Juga  PWI Kalteng Bagikan Suplemen untuk Relawan Pemadam Karhutla

“Dukungan dan kontribusi tokoh agama dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat agar bijak menggunakan media sosial dan sangat selektif memilah informasi sangat strategis,” tuturnya.

Pertemuan hasupa hasundau ini memperlihatkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat dalam menjaga ketahanan sosial di Kalteng. Pemerintah tidak hanya membutuhkan dukungan dalam menghadapi karhutla, tetapi juga peran bersama untuk menjaga kerukunan dan membangun masyarakat yang lebih bijak menghadapi derasnya arus informasi.

Dengan komunikasi lintas agama yang terus terpelihara, nilai gotong royong dan toleransi diharapkan semakin kuat. Kebersamaan itu menjadi modal sosial untuk menjaga Kalteng tetap aman, kondusif, dan solid dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul di tengah masyarakat. (adv)​

+ posts