HEADLINEHUKUM & PERISTIWA

Balapan Liar di Jalan RTA Milono Palangka Raya Berujung Keributan, Warga Minta Penindakan Tegas

50
×

Balapan Liar di Jalan RTA Milono Palangka Raya Berujung Keributan, Warga Minta Penindakan Tegas

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Aksi balapan liar di Jalan RTA Milono, tepatnya di depan Bank Kalteng, Kota Palangka Raya, Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, diduga memicu keributan antara pengguna jalan dan pihak yang berada di lokasi balapan.

Peristiwa itu menjadi perhatian warga karena aktivitas balapan liar dinilai mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, keributan bermula ketika seorang pengguna jalan yang mengendarai mobil diduga merasa terganggu dengan aksi balapan liar yang menggunakan badan jalan.

Kondisi itu membuat pengendara tersebut menegur orang-orang yang terlibat dalam aktivitas balapan maupun yang berada di lokasi.

Seorang warga bernama Aisyah mengaku melihat keributan saat hendak pergi ke pasar.

Ia melihat salah satu orang yang berada di lokasi mengenakan kaus bertuliskan Brimob. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti identitas maupun status orang yang mengenakan pakaian tersebut.

Baca Juga  Hadapi Kemarau Panjang, Pemprov Kalteng Perkuat Sumur Bor dan Pasokan Air Bersih

“Kalau itu polisi, kok malah dilawan. Berarti para pelaku balap liar dan penontonnya berani melawan,” ujarnya.

Sementara itu, Agus, seorang penjual bakso keliling yang biasa beraktivitas di kawasan tersebut, mengatakan aksi balapan liar masih terjadi meskipun sebelumnya telah ada penindakan dari petugas kepolisian.

Ia menyebut kegiatan itu kerap menimbulkan keresahan bagi pengguna jalan dan warga sekitar.

Menurut Agus, sebagian masyarakat merasa kesal karena balapan liar dapat mengganggu arus lalu lintas dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Namun, ia berharap keresahan warga dapat ditangani melalui penegakan aturan yang tegas dan terukur.

Baca Juga  Venue Porprov XIII Kalteng Capai 90 Persen, November 2026 Ditargetkan

Terkait orang yang mengenakan kaus bertuliskan Brimob saat keributan berlangsung, Agus mengaku tidak mengetahui identitasnya.

Ia mengingatkan bahwa pakaian bertuliskan institusi tertentu tidak dapat dijadikan dasar untuk memastikan seseorang merupakan anggota institusi yang bersangkutan.

“Saya juga tidak tahu, Pak, siapa yang memakai kaus Brimob itu. Banyak juga orang yang memakai kaus bertuliskan TNI, polisi, ataupun Brimob. Harapan saya, penindakan terhadap balapan liar bisa lebih tegas karena sangat meresahkan masyarakat,” tandasnya.

Warga berharap aparat terkait dapat meningkatkan pengawasan dan penertiban terhadap aksi balapan liar di Jalan RTA Milono, khususnya pada dini hari.

Selain mengganggu ketenangan lingkungan, aktivitas itu berpotensi menimbulkan konflik serta membahayakan keselamatan pengendara dan masyarakat yang melintas.

Baca Juga  DBH Kalteng Diminta Lebih Adil, DPRD Soroti Ruang Fiskal Daerah yang Makin Terbatas

Meski demikian, identitas orang-orang yang terlibat dalam keributan maupun status orang yang mengenakan kaus bertuliskan Brimob belum dapat dipastikan berdasarkan keterangan warga yang dihimpun. (afm)​

+ posts