HEADLINEKARHUTLANASIONALPEMKAB BARITO SELATANPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Bantuan Sosial Pemkab Barsel Sasar Keluarga Rentan di Jenamas

18
×

Bantuan Sosial Pemkab Barsel Sasar Keluarga Rentan di Jenamas

Sebarkan artikel ini

BUNTOK – Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah seorang bayi perempuan berusia enam bulan meninggal dunia usai menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Jaraga Sasameh Buntok. Bayi berinisial SH tersebut sebelumnya mengalami gangguan pernapasan yang semakin memburuk.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Barito Selatan dr. Dadang Baskoro Nugroho, Sp.PD., FINASIM membenarkan bayi asal Desa Kalahien itu tiba di IGD pada Sabtu sore dengan kondisi sesak napas disertai kejang.

“Pada pukul 14.00 WIB pasien datang ke IGD dengan kondisi sesak nafas dan kejang. Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, pasien didiagnosis mengalami pneumonia atau infeksi paru-paru yang cukup serius,” ujarnya, baru-baru ini.

Sebelum mendapatkan penanganan medis, bayi tersebut diketahui telah mengalami batuk dan sesak napas selama kurang lebih satu bulan. Kondisinya terus memburuk hingga akhirnya keluarga membawa pasien ke rumah sakit untuk memperoleh penanganan darurat.

Baca Juga  Istighosah Hari Santri di Palangka Raya, Gubernur Ajak Masyarakat Perkuat Ikhtiar Hadapi Karhutla

Menurut Dadang, pneumonia merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja, terutama kelompok rentan seperti balita, lanjut usia, maupun masyarakat yang memiliki penyakit penyerta. Risiko tersebut dapat meningkat ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap yang terjadi dalam waktu cukup lama.

Ia menjelaskan, munculnya pneumonia dipengaruhi oleh berbagai faktor. Paparan asap tebal akibat karhutla berpotensi meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan, namun tidak dapat dipastikan menjadi satu-satunya penyebab seseorang meninggal dunia karena setiap kasus memiliki faktor medis yang berbeda.

“Pneumonia bisa menyerang siapa saja, terutama balita dan lansia serta bagi orang mempunyai faktor komorbid rentan untuk terinfeksi, apalagi kita dalam kondisi seperti ini,” katanya.

Baca Juga  Pemkab Barsel Perkuat Pencegahan Stunting melalui Bantuan Keluarga Rentan

Lebih lanjut, Dadang menegaskan bahwa kondisi lingkungan dengan paparan asap pekat memang dapat memperbesar potensi terjadinya infeksi saluran pernapasan. Meski demikian, penentuan penyebab kematian tetap harus mempertimbangkan hasil pemeriksaan medis secara menyeluruh.

Sebagai langkah mitigasi dampak kabut asap, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan telah menjalankan berbagai upaya pencegahan sesuai arahan bupati. Langkah tersebut meliputi pembagian masker kepada masyarakat serta penyediaan rumah oksigen di sejumlah wilayah agar warga dapat memperoleh bantuan ketika mengalami gangguan pernapasan.

“Sesuai instruksi bupati kami sudah melakukan pembagian masker, lalu membuat rumah oksigen sebanyak 13 rumah yang tersebar di Barsel agar bisa dimanfaatkan warga secara gratis. Kemudian bagi pasien-pasien yang dalam kondisi berat di rumah oksigen dan puskesmas, langsung dirujuk ke RSUD Jaraga Sasameh untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Baca Juga  Sepak Bola Pererat Persaudaraan Masyarakat Barito Selatan

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, terutama bagi balita, lansia, dan kelompok masyarakat yang memiliki penyakit penyerta. Pemerintah daerah bersama fasilitas kesehatan terus mengoptimalkan layanan kesehatan dan langkah pencegahan agar masyarakat memperoleh penanganan secara cepat apabila mengalami gangguan pernapasan selama bencana kabut asap berlangsung. (Red/Adv)

+ posts