
PALANGKA RAYA – Aspirasi masyarakat pesisir di Kabupaten Kotawaringin Timur kembali menjadi sorotan dalam agenda reses Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid pada Rabu (8/4/2026).
Warga menekankan pentingnya pembangunan ruas jalan Cempaga Mulia–Kampung Melayu (Katingan) yang dinilai krusial untuk membuka keterisolasian wilayah.
Kepala Desa Seragam Jaya, Kecamatan Seranau, Ngajo, menyampaikan bahwa hingga saat ini masih banyak desa yang belum memiliki akses jalan memadai.
Kondisi tersebut menyebabkan kesenjangan pembangunan antara wilayah pesisir dengan daerah lainnya di Kalteng.
Menurutnya, keberadaan ruas jalan tersebut tidak hanya akan mempermudah akses transportasi, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk memperlancar distribusi kebutuhan pokok dan hasil produksi warga.
“Pembangunan jalan ini sangat dibutuhkan untuk membuka akses antarwilayah, sehingga aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Ngajo merinci, di Kecamatan Hanaut terdapat 14 desa yang masih tergolong sulit dijangkau. Sementara di Kecamatan Seranau, terdapat 5 desa dan 1 kelurahan yang mengalami kondisi serupa.
Minimnya akses tersebut membuat masyarakat harus mengandalkan jalur alternatif yang terbatas dan memakan waktu lebih lama.
Ia berharap adanya perhatian serius dari Pemprov bersama pihak terkait agar pembangunan jalan tersebut dapat segera direalisasikan secara bertahap.
Menanggapi hal itu, Abdul Hafid menegaskan bahwa pihaknya di DPRD Kalteng akan terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah yang masih terisolasi.
Ia menyebut, ruas jalan Cempaga Mulia–Kampung Melayu menjadi salah satu prioritas yang akan diperjuangkan melalui penganggaran dan pengawasan.
“Kami akan terus mengawal agar pembangunan jalan ini bisa masuk dalam prioritas dan direalisasikan secara bertahap, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, terbukanya akses jalan diyakini akan mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di kawasan pesisir Kotawaringin Timur dan sekitarnya.
Upaya tersebut diharapkan mampu mengurangi ketimpangan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di 19 desa dan 1 kelurahan yang selama ini masih berada dalam kondisi keterisolasian. (red)









