DPRD BARITO UTARA

Jaga Sungai dan Sumber Ikan, DPRD Barito Utara Dukung Gerakan Stop Illegal Fishing

13
×

Jaga Sungai dan Sumber Ikan, DPRD Barito Utara Dukung Gerakan Stop Illegal Fishing

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi II DPRD Barito Utara, Taufik Nugraha.

MUARA TEWEH – Upaya menjaga kelestarian sumber daya perikanan mendapat dukungan dari DPRD Barito Utara.

Ketua Komisi II DPRD Barito Utara, Taufik Nugraha, mengajak masyarakat, khususnya para nelayan, bersama-sama mencegah praktik penangkapan ikan secara ilegal yang dapat merusak ekosistem perairan.

Dukungan itu disampaikan menyusul imbauan Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Barito Utara kepada masyarakat agar tidak menggunakan cara-cara yang membahayakan lingkungan dalam menangkap ikan.

“Kami menyambut baik imbauan ini. Menjaga kelestarian sumber daya perikanan merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah, aparat penegak hukum maupun masyarakat,” kata Taufik, Selasa (11/8/2026).

Ia menegaskan, keberadaan sumber daya ikan memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah perairan.

Karena itu, pemanfaatannya perlu dilakukan secara bijak agar potensi perikanan tetap tersedia dan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Baca Juga  GEPAMOR Tambaba Bantu Warga Dapatkan Pangan Harga Terjangkau

Taufik meminta masyarakat tidak menggunakan bom, racun, setrum maupun bahan berbahaya lainnya untuk memperoleh ikan. Penggunaan cara-cara itu berisiko menyebabkan kematian berbagai jenis organisme perairan serta merusak habitat ikan dan keseimbangan ekosistem sungai.

Selain menghindari metode penangkapan yang merusak, masyarakat juga didorong menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan. Kepatuhan terhadap aturan perikanan menjadi bagian penting dalam menjaga agar aktivitas penangkapan ikan tetap berlangsung secara legal dan tidak mengancam keberlanjutan sumber daya alam.

Komisi II DPRD Barito Utara juga mendukung langkah Polres dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Sosialisasi secara berkelanjutan diperlukan agar warga memahami dampak penggunaan alat tangkap berbahaya serta mengetahui pentingnya menjaga kawasan perairan.

“Kita harus menjaga sumber daya ikan karena ini bukan hanya untuk kebutuhan hari ini, tetapi juga untuk generasi yang akan datang,” ujarnya.

Baca Juga  Waspada Kabut Asap, Naruk Saritani Minta Warga Batasi Aktivitas di Luar Rumah

Taufik menambahkan, kerusakan ekosistem sungai dapat membutuhkan waktu panjang untuk kembali pulih. Jika habitat ikan terganggu akibat penggunaan bahan peledak, racun atau setrum, hasil tangkapan masyarakat juga berpotensi menurun karena populasi ikan semakin berkurang.

Oleh sebab itu, ia mengajak para nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di sektor perikanan untuk mengutamakan cara penangkapan yang sesuai aturan. Kesadaran menjaga lingkungan perlu dibangun dari masyarakat agar pengawasan tidak hanya bergantung pada aparat.

“Jangan sampai karena ingin mendapatkan hasil yang banyak dalam waktu singkat, lingkungan kita justru rusak. Kalau ekosistem sungai rusak, pada akhirnya masyarakat sendiri yang akan merasakan dampaknya,” tegasnya.

Taufik juga mendorong masyarakat segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan praktik penangkapan ikan menggunakan bom, racun, setrum atau metode lain yang berpotensi merusak lingkungan.

Baca Juga  Henny Kecam Perundungan Anak, Minta Penanganan Komprehensif

Ia berharap sinergi antara Polres, pemerintah daerah, DPRD dan masyarakat terus diperkuat melalui edukasi, pengawasan serta penegakan aturan.

Langkah bersama itu diharapkan mampu menciptakan aktivitas perikanan yang tertib sekaligus menjaga sungai dan sumber daya ikan Barito Utara tetap lestari bagi generasi mendatang. (adv)​

+ posts