DPRD BARITO UTARAHEADLINE

Taufik Nugraha Dukung Integrasi Kurikulum Anti Narkoba

9
×

Taufik Nugraha Dukung Integrasi Kurikulum Anti Narkoba

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Taufik Nugraha

MUARA TEWEH – Upaya memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui lingkungan pendidikan mendapat dukungan dari Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Taufik Nugraha. Dukungan tersebut disampaikan menyusul pelaksanaan Rapat Koordinasi Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) Tahun 2026 di Aula Sekretariat Daerah Barito Utara, yang menjadi bagian dari persiapan penerapan pendidikan anti narkoba pada satuan pendidikan, khususnya jenjang SMK di Kalimantan Tengah.

“Kami sangat mendukung langkah pemerintah dan pihak terkait dalam memperkuat pendidikan anti narkoba di sekolah. Ini penting karena sekolah merupakan salah satu lingkungan strategis untuk membentuk karakter dan memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai bahaya narkoba,” ujar Taufik, baru-baru ini.

Menurut Taufik, pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dilakukan secara serius, terarah, dan berkelanjutan dengan memberikan pemahaman kepada generasi muda sejak dini. Integrasi materi anti narkoba dalam kurikulum dinilai dapat menjadi salah satu instrumen pendidikan untuk membangun kesadaran peserta didik agar mampu mengenali risiko serta menjauhi berbagai bentuk penyalahgunaan narkoba.

Baca Juga  Dalkarhutla Dishut Kalteng Fokus Tangani Tiga Titik Karhutla Saat Tanggap Darurat

“Anak-anak perlu diberikan pemahaman yang benar mengenai dampak narkoba. Tetapi yang tidak kalah penting adalah membangun karakter, keberanian untuk berkata tidak dan kemampuan memilih lingkungan pergaulan yang sehat,” katanya.

Ia menilai keberhasilan pendidikan anti narkoba tidak cukup hanya melalui penyampaian materi pembelajaran di ruang kelas. Pelaksanaannya perlu diarahkan pada pembentukan sikap dan perilaku peserta didik dalam kehidupan sehari-hari, sehingga nilai-nilai pencegahan dapat menjadi bagian dari karakter dan kebiasaan generasi muda.

Taufik juga menekankan pentingnya peran guru dalam membangun ketahanan peserta didik terhadap pengaruh penyalahgunaan narkoba. Selain menjalankan tugas pendidikan, guru memiliki posisi strategis sebagai pembimbing dan teladan yang dapat membantu siswa memahami berbagai risiko pergaulan serta mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi tekanan lingkungan.

Baca Juga  Nurul Anwar Apresiasi CFD sebagai Ruang Kebersamaan Warga

“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan paling kecil, yaitu keluarga. Kalau keluarga kuat, sekolah memberikan pembinaan dan masyarakat ikut menjaga lingkungan, maka daya tahan generasi muda terhadap narkoba akan semakin kuat,” jelasnya.

Menurut Taufik, tanggung jawab pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak dapat hanya dibebankan kepada sekolah dan aparat penegak hukum. Keluarga memiliki peran penting melalui komunikasi dan pendampingan terhadap anak, sementara masyarakat juga perlu menciptakan lingkungan yang aman serta mendukung tumbuh kembang generasi muda secara positif.

Ia juga mendorong keterlibatan pemerintah daerah, Badan Narkotika Nasional (BNN), masyarakat, dan organisasi kepemudaan untuk memperkuat pelaksanaan program pencegahan. Kolaborasi lintas sektor dinilai diperlukan agar penerapan IKAN tidak sekadar menjadi bagian dari program pendidikan, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap pembentukan karakter dan ketahanan generasi muda.

Baca Juga  Kolaborasi UPR dan BNF Tingkatkan Pemantauan Kebakaran Lahan Gambut

“Integrasi kurikulum anti narkoba harus diterapkan secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Dengan kolaborasi yang kuat antara keluarga, sekolah, pemerintah dan masyarakat, upaya pencegahan dapat berjalan nyata dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi generasi muda,” tandas Taufik. (Red/Adv)

+ posts