HEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Ritual Memohon Hujan, Agustiar Serukan Persatuan Hadapi Ancaman Karhutla

12
×

Ritual Memohon Hujan, Agustiar Serukan Persatuan Hadapi Ancaman Karhutla

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Upaya menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalteng tidak hanya dilakukan melalui langkah teknis, tetapi juga diiringi ikhtiar spiritual dan penguatan kebersamaan masyarakat.

Hal ini tercermin dalam Ritual Memohon Hujan Dewa Yadnya yang digelar di Halaman Rektorat Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangka Raya pada Kamis (3/9/2026) lalu.

Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran turut hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan sebagai bentuk doa bersama untuk memohon turunnya hujan sekaligus perlindungan bagi Kalteng dari ancaman Karhutla dan kabut asap.

Agustiar mengapresiasi IAHN Tampung Penyang Palangka Raya serta seluruh pihak yang berpartisipasi dalam pelaksanaan ritual.

Ia menyampaikan bahwa ikhtiar spiritual yang dilakukan menjadi bagian dari kepedulian bersama terhadap kondisi lingkungan, khususnya di tengah ancaman kebakaran yang dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat.

Baca Juga  Kolaborasi UPR dan BNF Tingkatkan Pemantauan Kebakaran Lahan Gambut

Selain menjadi sarana memanjatkan doa, kegiatan ini juga memperlihatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Doa dan harapan disampaikan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, dengan tujuan yang sama, yakni memohon keselamatan, kesejahteraan, serta kondisi lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat Kalteng.

“Doa disampaikan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Kebersamaan ini perlu terus dijaga sebagai kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan daerah dan masyarakat,” ujar Agustiar.

Ia menegaskan, penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah memiliki tanggung jawab dalam melakukan pencegahan dan penanganan, namun upaya menjaga lingkungan juga tidak terlepas dari kesadaran masyarakat dalam menjaga kawasan hutan, lahan, serta sumber air.

Baca Juga  Dalkarhutla Dishut Kalteng Fokus Tangani Tiga Titik Karhutla Saat Tanggap Darurat

Agustiar mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Kewaspadaan juga perlu diperkuat, terutama pada kondisi cuaca kering yang dapat meningkatkan risiko terjadinya Karhutla.

“Perlindungan hutan dan sumber air serta pencegahan kebakaran adalah tanggung jawab bersama. Kepedulian dan sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam mencegah Karhutla serta mengurangi dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan,” tegas Agustiar.

Semangat kebersamaan yang hadir melalui Ritual Memohon Hujan Dewa Yadnya diharapkan dapat berjalan seiring dengan langkah nyata dalam menjaga lingkungan.

Baca Juga  Reses di Kapuas, Muhajirin Serap Aspirasi Warga soal Air Bersih hingga Karhutla

Kolaborasi pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, masyarakat, dan berbagai pihak menjadi modal penting untuk memperkuat pencegahan Karhutla sekaligus menjaga Kalteng tetap aman dari dampak kebakaran dan kabut asap. (adv)​

+ posts