DPRD KALIMANTAN TENGAH

Program 1.000 Rumah Guru Berkah Didorong Jadi Investasi Jangka Panjang bagi Pendidikan Kalteng

6
×

Program 1.000 Rumah Guru Berkah Didorong Jadi Investasi Jangka Panjang bagi Pendidikan Kalteng

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto.

PALANGKA RAYA – Komisi III DPRD Kalteng mendorong keberlanjutan Program 1.000 Rumah Guru Berkah pada 2026 sebagai salah satu investasi jangka panjang dalam memperkuat sektor pendidikan.

Program yang menjadi prioritas Gubernur Kalteng itu dinilai tidak hanya membantu guru memiliki rumah, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi tenaga pendidik dalam mencerdaskan generasi muda.

Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto, menegaskan dukungan DPRD terhadap pelaksanaan program yang telah dianggarkan untuk tahun ini.

Ia menilai kesejahteraan guru perlu menjadi perhatian bersama karena memiliki hubungan erat dengan kualitas pendidikan yang diberikan kepada masyarakat.

“Kami mendukung penuh pelaksanaan Program 1.000 Rumah Guru Berkah. Guru adalah ujung tombak pendidikan, sehingga sudah sepatutnya mendapatkan perhatian melalui berbagai kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan mereka,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).

Baca Juga  DPRD Kalteng Desak Penegakan Hukum Karhutla di Muara Teweh, Perusahaan Terindikasi Diminta Diproses

Menurut Sugiyarto, penyediaan akses kepemilikan rumah yang lebih mudah bagi guru merupakan langkah positif yang patut diapresiasi. Dukungan pemerintah dalam bentuk subsidi pembiayaan dinilai mampu membantu tenaga pendidik yang selama ini menghadapi keterbatasan untuk memiliki hunian sendiri.

Program 1.000 Rumah Guru Berkah merupakan kolaborasi antara Pemprov Kalteng, Dinas Pendidikan Kalteng, dan Bank Kalteng. Melalui program ini, pemerintah memberikan subsidi uang muka sebesar Rp10 juta kepada penerima yang memenuhi persyaratan. Selain itu, guru juga memperoleh fasilitas masa tenggang pembayaran angsuran selama tiga bulan setelah akad kredit.

Skema pembiayaan dirancang agar lebih ringan dan terukur. Penyaluran bantuan dilakukan melalui Bank Kalteng sesuai ketentuan yang berlaku sehingga dapat menjamin transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program.

Baca Juga  Banggar DPRD Kalteng Soroti Ketahanan Fiskal Daerah Melalui Evaluasi APBD Tahun 2025

Sugiyarto menjelaskan bantuan yang diberikan bukan berupa uang tunai kepada penerima manfaat. Pemerintah memfasilitasi kemudahan pembiayaan melalui mekanisme perbankan sehingga seluruh proses dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.

“Program ini sangat baik karena memberikan kemudahan bagi guru untuk memiliki rumah melalui sistem pembiayaan yang telah disiapkan. Kami berharap pelaksanaannya terus ditingkatkan agar manfaatnya semakin luas,” katanya.

Komisi III DPRD Kalteng juga menilai keberhasilan program ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan semangat dan produktivitas tenaga pendidik dalam menjalankan tugasnya. Guru yang memiliki tempat tinggal yang layak diharapkan dapat bekerja dengan lebih nyaman dan fokus dalam mendidik peserta didik.

Baca Juga  DPRD Kalteng Desak Penegakan Hukum Karhutla di Muara Teweh, Perusahaan Terindikasi Diminta Diproses

Ke depan, DPRD Kalteng berharap Program 1.000 Rumah Guru Berkah dapat terus dikembangkan dengan memperluas jangkauan penerima manfaat dan memperkuat sinergi antarinstansi.

Program ini diharapkan menjadi salah satu kebijakan berkelanjutan yang mampu mendukung pembangunan sumber daya manusia unggul di Kalteng melalui peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik. (adv)​

+ posts