EKONOMI & BISNISHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

BPS Catat Inflasi Kalteng 4,47 Persen pada Juni 2026

12
×

BPS Catat Inflasi Kalteng 4,47 Persen pada Juni 2026

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) sebesar 4,47 persen pada Juni 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan pada periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 1,06 persen.

Plt. Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, S.Si., M.M., mengatakan inflasi y-on-y Juni 2026 terjadi seiring meningkatnya Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,79 pada Juni 2025 menjadi 112,61 pada Juni 2026. Selain inflasi tahunan, Kalimantan Tengah juga mengalami inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m) sebesar 0,23 persen dan inflasi tahun kalender atau year-to-date (y-to-d) sebesar 2,39 persen.

“Pada Juni 2026, Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi tahunan atau year-on-year sebesar 4,47 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 112,61. Sementara itu, inflasi month-to-month sebesar 0,23 persen dan inflasi year-to-date sebesar 2,39 persen,” ujar Maria Wahyu Utami dalam rilis Berita Resmi Statistik periode Juni 2026 di ruang Vicon Kantor BPS Kalteng, Jalan Kapten Pierre Tendean No. 06, Kota Palangka Raya, Rabu (01/07/2026).

Baca Juga  DPRD Kalteng Nilai PLTS Jadi Solusi Strategis Atasi Gangguan Listrik dan Perluas Elektrifikasi

Menurut Maria, inflasi tahunan terjadi karena kenaikan harga pada seluruh kelompok pengeluaran yang dipantau BPS. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan kenaikan 10,25 persen, diikuti kelompok transportasi sebesar 6,15 persen serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,11 persen.

Selain itu, kelompok pendidikan mengalami inflasi sebesar 3,05 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 3,01 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,18 persen, serta kelompok kesehatan sebesar 1,65 persen.

Kemudian kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya mengalami inflasi sebesar 1,25 persen. Sementara kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 1,21 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,97 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,30 persen.

Maria menjelaskan, sejumlah komoditas menjadi penyumbang utama inflasi tahunan di Kalimantan Tengah. Komoditas tersebut antara lain beras, emas perhiasan, bensin, ikan nila, minyak goreng, ikan patin, sigaret kretek mesin, bahan bakar rumah tangga, solar, angkutan udara, cabai rawit, ikan gabus, kopi bubuk, nasi dengan lauk, ikan bakar, pelumas atau oli mesin, sigaret kretek tangan, ikan saluang, telur ayam ras, serta air kemasan.

Baca Juga  Kajian Risiko Bencana Jadi Landasan Perkuat Ketahanan Daerah di Kalteng

“Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi year-on-year pada Juni 2026 antara lain beras, emas perhiasan, bensin, ikan nila, minyak goreng, ikan patin, sigaret kretek mesin, bahan bakar rumah tangga, solar, dan angkutan udara,” jelasnya.

Di sisi lain, terdapat sejumlah komoditas yang menahan laju inflasi atau memberikan andil deflasi secara tahunan. Komoditas tersebut meliputi daging ayam ras, sabun deterjen bubuk, terong, rampela hati ayam, cumi-cumi, popok bayi sekali pakai, kunyit, kelapa, buah naga, sabun mandi cair, dan daging babi.

Berdasarkan wilayah penghitungan IHK di Kalimantan Tengah, seluruh kabupaten dan kota sampel mengalami inflasi tahunan. Inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Kapuas sebesar 5,01 persen dengan IHK 113,94. Sementara inflasi terendah terjadi di Kabupaten Sukamara sebesar 3,81 persen dengan IHK 113,79.

Baca Juga  Komisi II DPRD Kalteng Minta PT ABB Segera Selesaikan Sengketa Lahan dan Penuhi Kewajiban Perizinan

Adapun Kota Palangka Raya mencatat inflasi tahunan sebesar 4,46 persen dengan IHK 112,07, sedangkan Sampit mengalami inflasi sebesar 4,02 persen dengan IHK 111,53. Secara bulanan, seluruh wilayah juga mengalami inflasi, dengan angka tertinggi kembali terjadi di Kabupaten Kapuas sebesar 0,33 persen dan terendah di Kabupaten Sukamara sebesar 0,13 persen.

Secara keseluruhan, inflasi Kalimantan Tengah pada Juni 2026 menunjukkan adanya peningkatan tekanan harga dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan harga pada kelompok makanan, transportasi, serta perawatan pribadi menjadi faktor dominan yang membentuk inflasi tahunan sebesar 4,47 persen di provinsi tersebut. (RED/ADV)

+ posts