HEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Kalteng Selangkah Lebih Maju, Program Bahasa Prancis untuk Siswa Sudah Berjalan Sebelum Arahan Presiden

21
×

Kalteng Selangkah Lebih Maju, Program Bahasa Prancis untuk Siswa Sudah Berjalan Sebelum Arahan Presiden

Sebarkan artikel ini
Kepala Disdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo.

PALANGKA RAYA – Arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar sekolah-sekolah di Indonesia mulai mempelajari Bahasa Prancis menjadi perhatian dunia pendidikan nasional.

Namun, bagi Kalteng, kebijakan tersebut bukan hal baru. Melalui Disdik Kalteng, pembelajaran Bahasa Prancis telah menjadi bagian dari program pengembangan kompetensi siswa SMA dan SMK sejak Oktober 2025.

Langkah yang dijalankan Pemprov Kalteng tersebut dinilai menunjukkan kesiapan daerah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berorientasi global.

Program pembelajaran bahasa asing berbasis virtual yang diterapkan Disdik Kalteng bahkan telah memberikan akses kepada ribuan peserta didik di berbagai kabupaten dan kota untuk mempelajari bahasa internasional tanpa terkendala jarak dan keterbatasan tenaga pengajar.

Dalam konferensi pers bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, Kamis (28/5/2026), Presiden Prabowo menegaskan pentingnya memperluas kerja sama pendidikan sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral kedua negara.

Salah satu langkah yang disampaikan adalah mendorong pembelajaran Bahasa Prancis di sekolah-sekolah Indonesia.

Kebijakan tersebut sejalan dengan visi pembangunan pendidikan yang telah lebih dahulu diterapkan di Kalteng.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran, sektor pendidikan terus didorong agar mampu menghasilkan generasi yang memiliki daya saing tinggi dan mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia internasional.

Baca Juga  DPW TMI Kalteng Bahas Kebutuhan Petani Bersama Dinas Pertanian

Kepala Disdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, sebelumnya menjelaskan bahwa program pembelajaran bahasa asing secara virtual lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan layanan pendidikan yang merata bagi seluruh siswa di Kalteng, termasuk mereka yang berada di wilayah pedalaman dan daerah terpencil.

Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk menjawab tantangan pemerataan pendidikan.

Melalui sistem pembelajaran daring, siswa dari berbagai daerah dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing.

“Masih banyak sekolah di pelosok dan di pedalaman yang belum memiliki guru bahasa asing. Karena itu kami memanfaatkan teknologi agar seluruh siswa bisa mendapatkan akses pembelajaran yang sama. Tujuannya agar anak-anak Kalteng memiliki kemampuan dan daya saing yang lebih baik di masa depan,” ujar Reza.

Saat pertama diluncurkan pada Oktober 2025, program tersebut menyediakan lima pilihan bahasa asing, yakni Bahasa Inggris, Jepang, Jerman, Arab, dan Prancis.

Respons positif dari peserta didik kemudian mendorong Disdik Kalteng melakukan pengembangan program dengan menambahkan Bahasa Korea dan Mandarin pada Januari 2026.

Baca Juga  Siti Nafsiah Minta Pemerataan Layanan Dasar Jadi Prioritas Pembangunan Daerah

Penambahan dua bahasa tersebut dilakukan setelah adanya aspirasi dari siswa yang menginginkan lebih banyak pilihan bahasa untuk mendukung kebutuhan pendidikan, beasiswa, hingga peluang kerja di tingkat internasional.

Kini, siswa SMA dan SMK se-Kalteng memiliki kesempatan mempelajari tujuh bahasa asing melalui kelas virtual yang diselenggarakan secara rutin setiap pekan.

Program tersebut menjadi salah satu inovasi pendidikan yang mendapat perhatian karena mampu menjangkau peserta didik di berbagai wilayah secara bersamaan.

Reza menilai penguasaan bahasa asing merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki generasi muda di era globalisasi.

Selain meningkatkan kemampuan komunikasi, penguasaan bahasa juga dapat memperluas wawasan, memperkuat kemampuan beradaptasi, dan membuka akses terhadap berbagai peluang di masa depan.

“Kami ingin lulusan Kalteng memiliki keunggulan kompetitif, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. Karena itu program pembelajaran bahasa asing ini kami hadirkan sebagai bagian dari transformasi pendidikan yang berorientasi pada masa depan,” tegasnya.

Baca Juga  Mei 2026, NTP Kalimantan Tengah Naik Jadi 139,72

Keberadaan program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa transformasi pendidikan di Kalteng tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan infrastruktur sekolah, tetapi juga pada penguatan kapasitas peserta didik.

Dengan memperluas akses pembelajaran bahasa asing, Disdik Kalteng berupaya menyiapkan generasi muda yang mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan identitas dan nilai kebangsaan.

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, program yang telah berjalan di Kalteng menjadi salah satu contoh upaya daerah dalam mengantisipasi kebutuhan kompetensi masa depan.

Melalui inovasi pembelajaran yang terus dikembangkan, Kalteng berkomitmen mencetak generasi yang unggul, adaptif, dan siap mengambil peran dalam berbagai bidang di tingkat internasional. (adv)​

+ posts