PALANGKA RAYA – DPRD Kalteng terus mendorong penguatan ekonomi desa melalui pemanfaatan teknologi digital yang dinilai mampu mempercepat pertumbuhan usaha masyarakat.
Langkah ini dipandang strategis untuk menjawab tantangan perkembangan zaman sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk unggulan desa.
Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, mengatakan bahwa digitalisasi menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha di pedesaan.
Menurutnya, penggunaan platform digital tidak hanya mempermudah promosi, tetapi juga memperluas jangkauan pemasaran hingga ke tingkat nasional.
“Pemanfaatan teknologi digital harus menjadi perhatian bersama, karena ini dapat membantu pelaku usaha desa menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan nilai jual produk,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Ia menambahkan, keberhasilan digitalisasi sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia.
Oleh karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat desa melalui pelatihan dan pendampingan dinilai penting agar mereka mampu memanfaatkan teknologi secara maksimal dan berkelanjutan.
Selain mendorong digitalisasi, Junaidi juga menekankan pentingnya pengelolaan potensi lokal sebagai kekuatan utama desa.
Ia menilai setiap desa memiliki keunggulan masing-masing yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun kerajinan.
“Potensi lokal harus menjadi basis pengembangan ekonomi desa. Jika dikelola dengan baik, ini akan mendorong kemandirian sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap Pemprov dapat terus memperkuat dukungan terhadap desa melalui pembangunan infrastruktur digital, seperti jaringan internet yang merata, serta program pemberdayaan ekonomi berbasis teknologi.
Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan desa yang maju dan mandiri.
Dengan upaya tersebut, desa-desa di Kalteng diharapkan tidak hanya menjadi penopang ekonomi daerah, tetapi juga mampu berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. (adv)










