MUARA TEWEH – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Barito Utara Rosi Wahyuni menyatakan dukungannya terhadap upaya penguatan kebijakan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang tengah diinisiasi pemerintah daerah bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dukungan tersebut disampaikan sebagai respons atas kegiatan koordinasi dan pengumpulan data kajian yang digelar di Aula Bappedaridda Muara Teweh pada Kamis, 23 April 2026 lalu.
Menurut Rosi, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Barito Utara dan BRIN menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan ketergantungan daerah terhadap energi tidak terbarukan, khususnya batu bara dan gas yang selama ini mendominasi.
“Ini merupakan momentum yang sangat baik untuk mulai merancang arah pembangunan energi yang lebih berkelanjutan. Kita tidak bisa terus bergantung pada sumber daya yang suatu saat akan habis,” ujarnya, baru-baru ini.
Ia menilai, struktur ekonomi Barito Utara yang masih didominasi sektor pertambangan, terutama dalam kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), perlu diimbangi dengan diversifikasi sektor. Salah satu langkah penting yang bisa dilakukan adalah mengembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Rosi menegaskan bahwa pengembangan EBT tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga berpotensi memperkuat ketahanan ekonomi daerah. Dengan diversifikasi energi, daerah dinilai akan lebih siap menghadapi perubahan global, termasuk transisi energi yang kini menjadi isu utama di berbagai negara.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya hasil kajian yang dilakukan bersama BRIN agar tidak berhenti pada tataran konsep semata. Menurutnya, hasil riset harus dapat diterjemahkan menjadi kebijakan konkret dan program nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami di DPRD tentu akan mendukung dari sisi regulasi dan penganggaran, selama program yang dihasilkan benar-benar berdampak bagi masyarakat dan keberlanjutan daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rosi mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan pemetaan potensi energi terbarukan yang dimiliki Barito Utara. Ia menyebutkan beberapa sumber energi yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan, seperti tenaga surya, tenaga air, dan biomassa.
Menurutnya, pemanfaatan potensi lokal tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang dalam memenuhi kebutuhan energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam yang tidak terbarukan. Di sisi lain, pengembangan EBT juga berpotensi membuka peluang investasi dan menciptakan lapangan kerja baru.
Rosi juga berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan BRIN dapat menghasilkan inovasi yang mampu meningkatkan kemandirian energi daerah. Inovasi tersebut diharapkan tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga mencakup model pengelolaan yang melibatkan masyarakat secara aktif.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk legislatif, ia optimistis pengembangan energi terbarukan di Barito Utara dapat berjalan secara optimal. Hal ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan pembangunan daerah di masa mendatang.
“Harapan kita, Kabupaten Barito Utara ke depan tidak hanya dikenal sebagai daerah tambang, tetapi juga sebagai daerah yang mampu bertransformasi menuju energi bersih dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Secara keseluruhan, langkah penguatan kebijakan EBT di Barito Utara dinilai menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan jangka panjang. Sinergi antara pemerintah daerah, BRIN, dan DPRD diharapkan mampu menghadirkan solusi energi yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Red/Adv)










