HEADLINEHUKUM & PERISTIWA

Aksi Lempar Ayam Busuk Warnai Demo Peternak di PLN, Pinsar Kalteng Tuntut Solusi Pemadaman Listrik

24
×

Aksi Lempar Ayam Busuk Warnai Demo Peternak di PLN, Pinsar Kalteng Tuntut Solusi Pemadaman Listrik

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Aksi unjuk rasa puluhan peternak ayam yang tergabung dalam Perhimpunan Insan Perunggasan (Pinsar) Kalteng di Kantor PLN UP3 Palangka Raya, Jalan Ahmad Yani, Rabu (29/7/2026), berujung ricuh. Massa meluapkan kekecewaan dengan melempar ayam busuk ke halaman kantor setelah hingga hari kedua demonstrasi mereka belum dipertemukan dengan General Manager PLN.

Aksi itu menjadi bentuk protes atas pemadaman listrik yang berulang dan dinilai telah menimbulkan kerugian besar bagi pelaku usaha perunggasan. Para peternak mengungkapkan, gangguan pasokan listrik menyebabkan kematian ayam dalam jumlah besar, bahkan terjadi saat masa pemeliharaan mendekati panen.

Ketua Pinsar Kalteng, Andi Bustan, mengatakan industri perunggasan modern di Kalteng sangat bergantung pada pasokan listrik. Sebagian besar peternakan menggunakan sistem kandang tertutup (close house) yang mengandalkan listrik untuk mengoperasikan ventilasi, pencahayaan, hingga sistem pengatur suhu.

Baca Juga  DPRD Kalteng Dorong Percepatan Pemenuhan Infrastruktur Dasar di DAS Barito

“Kalau kondisi ini terus terjadi, peternak bisa kolaps. Harga ayam sudah turun, sekarang ditambah pemadaman yang sering terjadi. Ayam yang dipelihara selama 40 hari justru mati menjelang panen,” kata Andi.

Ia menjelaskan, sekitar 90 persen kandang ayam di Kalteng merupakan kandang close house. Dalam kondisi tertentu, pemadaman selama beberapa menit saja dapat berdampak serius karena sistem ventilasi berhenti bekerja, sehingga ribuan ayam berisiko mati akibat peningkatan suhu di dalam kandang.

Andi mengungkapkan, satu kandang dengan kapasitas sekitar 40 ribu ekor ayam berpotensi mengalami kerugian hingga Rp360 juta apabila terjadi kematian massal. Jika gangguan listrik melanda sejumlah peternakan secara bersamaan, akumulasi kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

“Dampaknya tidak hanya dirasakan peternak. Ketika produksi menurun, pasokan ayam ke pasar juga ikut berkurang dan berpotensi memengaruhi harga di tingkat konsumen,” ujarnya.

Baca Juga  Perkuat Sistem Pembinaan, DPRD Kalteng Ingin Atlet Daerah Mampu Tembus Level Nasional

Industri perunggasan di Kalteng saat ini melibatkan sedikitnya 12 perusahaan besar dan menyerap sekitar 3.000 hingga 4.000 tenaga kerja. Gangguan listrik yang berulang disebut terjadi di berbagai daerah, termasuk Palangka Raya, Kotawaringin Barat, dan Kotawaringin Timur.

Meski sebagian besar peternakan telah dilengkapi generator set (genset), penggunaan alat tersebut dinilai belum mampu menjadi solusi jangka panjang. Selain membutuhkan biaya operasional tinggi, pasokan bahan bakar juga menjadi kendala karena banyak lokasi peternakan berada jauh dari stasiun pengisian bahan bakar.

Melalui aksi ini, Pinsar Kalteng meminta PLN melakukan pemetaan kawasan sentra peternakan agar pemadaman dapat diminimalkan. Mereka juga mendorong adanya langkah mitigasi yang jelas saat terjadi gangguan, termasuk dukungan penyediaan genset darurat untuk menjaga keberlangsungan operasional kandang.

Baca Juga  Kolaborasi Menjadi Fondasi Startup Keuangan Digital Indonesia Mendunia

Para peternak berharap persoalan ini segera mendapat perhatian serius agar tidak berdampak lebih luas terhadap ketahanan pangan dan keberlanjutan sektor perunggasan di Kalteng. Mereka menegaskan akan mempertimbangkan langkah hukum apabila belum ada tindak lanjut dan solusi konkret dari pihak PLN. (red)​

+ posts