AKADEMIKAHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Pemerintah Perkuat Pendidikan Berkelanjutan Melalui Sinergi Pusat dan Daerah

14
×

Pemerintah Perkuat Pendidikan Berkelanjutan Melalui Sinergi Pusat dan Daerah

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Fajar Riza Ul Haq

PALANGKA RAYA – Upacara gabungan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Hari Bumi ke-56, dan Hari Otonomi Daerah ke-30 berlangsung khidmat di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Sabtu (2/5/2026). Momentum tersebut dimaknai sebagai penguatan arah transformasi pendidikan nasional yang berkelanjutan dan terintegrasi dengan isu lingkungan serta tata kelola daerah.

Dalam upacara tersebut, sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Fajar Riza Ul Haq. Ia menegaskan bahwa peringatan ini tidak sekadar seremoni, melainkan refleksi penting untuk memperkuat komitmen pembangunan pendidikan di Indonesia.

“Peringatan Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk meneguhkan arah transformasi pendidikan Indonesia yang lebih berani dan berkelanjutan,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Wamen, baru-baru ini.

Momentum peringatan tahun ini dinilai memiliki makna yang lebih luas karena bertepatan dengan Hari Bumi dan Hari Otonomi Daerah. Ketiganya menjadi simpul kesadaran yang saling terhubung antara pendidikan, keberlanjutan lingkungan, dan penguatan tata kelola daerah sebagai fondasi pembangunan masa depan bangsa.

Baca Juga  Rosi Wahyuni Dukung Pemda Barito Utara Perkuat Kebijakan Energi Terbarukan

Dalam sambutan tersebut juga ditegaskan bahwa pendidikan pada hakikatnya merupakan proses memanusiakan manusia. Pendidikan tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan potensi, karakter, serta kemampuan berpikir kritis dan kreativitas peserta didik.

“Pendidikan harus menjadi proses memanusiakan manusia, tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan karakter, kemampuan berpikir kritis, dan kreativitas peserta didik agar mampu menjawab tantangan zaman,” lanjut Fajar Riza Ul Haq.

Sejalan dengan arah pembangunan nasional, transformasi pendidikan saat ini difokuskan pada penguatan sumber daya manusia yang unggul, tangguh, dan berdaya saing global. Pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning menjadi salah satu strategi utama dalam menciptakan kualitas pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Dalam kurun waktu 18 bulan terakhir, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah melaksanakan berbagai langkah strategis, termasuk revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran yang menjangkau puluhan ribu sekolah di Indonesia. Upaya tersebut bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak serta responsif terhadap perkembangan teknologi.

Baca Juga  Kontingen Palangka Raya Siap Ikuti Tujuh Kategori, Targetkan Raih Emas

Peran guru juga menjadi perhatian utama dalam transformasi pendidikan. Pemerintah menempatkan guru sebagai pusat perubahan melalui peningkatan kualifikasi, pelatihan berkelanjutan, serta perbaikan kesejahteraan sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi mutu pendidikan nasional.

Selain itu, penguatan karakter peserta didik dilakukan melalui penciptaan lingkungan sekolah yang aman, sehat, bersih, dan indah. Lingkungan tersebut diharapkan menjadi ruang yang kondusif bagi siswa untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Dalam kaitannya dengan peringatan Hari Bumi, pendidikan diharapkan mampu menjawab tantangan global, seperti perubahan iklim dan degradasi lingkungan. Tema “Kekuatan Kita, Planet Kita” menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan bumi.

“Pendidikan, keberlanjutan lingkungan, dan otonomi daerah harus berjalan dalam satu tarikan napas untuk membangun Indonesia yang cerdas, hijau, dan berkeadilan,” tegas Fajar Riza Ul Haq.

Momentum Hari Otonomi Daerah juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Hal ini menjadi krusial di tengah masih adanya tantangan berupa ketimpangan kapasitas daerah serta disparitas mutu pendidikan di berbagai wilayah.

Baca Juga  Peringati May Day 2026, Gubernur Kalteng Tekankan Harmoni Industrial 

Khusus bagi Kalimantan Tengah, pendidikan memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan kearifan lokal dengan dinamika global, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem lingkungan yang menjadi kekuatan daerah.

Secara keseluruhan, peringatan ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga perubahan pola pikir, mental yang tangguh, serta komitmen bersama seluruh elemen bangsa dalam membangun masa depan pendidikan yang berkelanjutan. (Red/Adv)

+ posts