DPRD BARITO UTARAEKONOMI & BISNISHEADLINEPEMKAB BARITO UTARA

OJK Kalteng Gelar SICANTIKS Tingkatkan Literasi Keuangan Perempuan Barito Utara

19
×

OJK Kalteng Gelar SICANTIKS Tingkatkan Literasi Keuangan Perempuan Barito Utara

Sebarkan artikel ini

MUARA TEWEH – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, dan PT Bank Syariah Indonesia Area Banjarmasin menggelar kegiatan edukasi keuangan melalui program SICANTIKS (Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah). Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Rapat A Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Utara dengan melibatkan berbagai unsur peserta perempuan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Barito Utara, OJK Kalteng, Bank Indonesia, serta perbankan syariah, dengan peserta yang berasal dari Persatuan Istri Anggota Polri (Bhayangkari) dan pelaku UMKM perempuan. Program ini bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah, khususnya di kalangan perempuan agar lebih memahami pengelolaan keuangan yang sehat dan bijak.

Asisten Direktur Senior OJK Kalteng, Andrianto Suhada, menegaskan bahwa pelaksanaan program SICANTIKS menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan literasi dan inklusi keuangan yang masih dihadapi perempuan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah, khususnya bagi perempuan sebagai pilar penting dalam pengelolaan ekonomi keluarga dan masyarakat. Perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam pengelolaan keuangan, baik dalam lingkup keluarga maupun dalam kegiatan ekonomi yang lebih luas. Dengan pemahaman yang baik, perempuan diharapkan dapat menjadi pengelola keuangan yang cakap, pengambil keputusan yang bijak, serta pelindung keluarga dari berbagai risiko keuangan,” ujar Andrianto, baru-baru ini.

Baca Juga  Agustiar Sabran Sabet TOP Pembina BUMD 2026, Bank Kalteng Kukuhkan Prestasi Bintang 5

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2025, indeks literasi keuangan perempuan tercatat sebesar 65,58 persen dan indeks inklusi keuangan mencapai 80,28 persen. Sementara secara nasional, indeks literasi keuangan meningkat menjadi 66,46 persen dari sebelumnya 65,43 persen pada 2024, dan indeks inklusi naik menjadi 80,51 persen dari 75,02 persen.

Selain itu, data pelaporan aktivitas keuangan ilegal di Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan bahwa sebanyak 68 persen pelapor merupakan perempuan. Khusus di Kabupaten Barito Utara, tercatat sebanyak 173 laporan terkait penipuan keuangan atau scam yang masuk ke Indonesia Anti-Scam Center.

Menurut Andrianto, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan kapasitas perempuan agar semakin sadar, cakap, dan terlindungi dalam mengakses layanan keuangan, termasuk meningkatkan kewaspadaan terhadap investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta berbagai modus penipuan digital.

Baca Juga  Hak Plasma 20 Persen Tak Kunjung Terealisasi, DPRD Kalteng Soroti Komitmen PT STP

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Utara, Eveready Noor, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Ia menilai peran perempuan dalam keluarga sangat krusial, terutama dalam mengelola keuangan rumah tangga.

“Saya berharap melalui kegiatan ini, ibu-ibu tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga lebih percaya diri dalam mengelola keuangan serta membangun kesadaran untuk: (1) lebih bijak dalam mengelola keuangan; (2) lebih selektif dalam memilih produk keuangan; dan (3) lebih waspada terhadap berbagai tawaran investasi yang tidak jelas legalitasnya,” terang Eveready.

Ia juga menyoroti bahwa di tengah perkembangan teknologi dan layanan keuangan saat ini, masyarakat dihadapkan pada berbagai risiko, mulai dari penipuan digital hingga tawaran investasi yang tidak transparan. Oleh karena itu, peningkatan literasi menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam praktik keuangan ilegal.

Baca Juga  Direksi Baru BPJS Kesehatan Ungkap Program Prioritas Seratus Hari

Kegiatan SICANTIKS dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber OJK, Bank Indonesia, dan Bank Syariah Indonesia yang membahas pengelolaan keuangan sehat, pemanfaatan produk keuangan syariah, serta strategi menghindari kejahatan keuangan. Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta.

Tidak hanya berfokus pada literasi, kegiatan ini juga mendorong inklusi keuangan melalui fasilitas pembukaan rekening syariah bagi peserta. Hal ini diharapkan dapat memberikan akses langsung kepada masyarakat untuk memanfaatkan layanan keuangan syariah dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui program SICANTIKS, OJK bersama para pemangku kepentingan berupaya memperkuat peran perempuan sebagai pengelola keuangan yang cerdas, sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga dan masyarakat secara berkelanjutan. (Red/Adv)

+ posts