DPRD BARITO UTARAHEADLINE

DPRD Apresiasi Layanan Skrining HIV-IMS di Barito Utara

101
×

DPRD Apresiasi Layanan Skrining HIV-IMS di Barito Utara

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Anggota DPRD Barito Utara, Edi Pran Aji

MUARA TEWEH – Anggota DPRD Barito Utara, Edi Pran Aji, memberikan apresiasi terhadap pelayanan kesehatan program HIV-IMS (Infeksi Menular Seksual) di Kabupaten Barito Utara yang dinilai telah berjalan sesuai standar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Menurutnya, pelaksanaan skrining HIV dan sifilis yang dilakukan secara menyeluruh oleh Dinas Kesehatan merupakan langkah strategis dalam mendeteksi dini dan mencegah penyebaran infeksi lebih luas di masyarakat.

“Kami mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan yang telah melaksanakan skrining HIV dan sifilis secara menyeluruh. Ini langkah penting untuk deteksi dini dan mencegah penyebaran yang lebih luas,” ujarnya, baru-baru ini.

Ia menegaskan, deteksi dini menjadi kunci utama dalam penanganan HIV-IMS, karena dapat membantu pasien mendapatkan penanganan lebih cepat dan mencegah risiko komplikasi yang lebih serius.

Baca Juga  DPRD Kalteng Minta Desa Terpencil Jadi Prioritas, Asdy Narang Tekankan Pentingnya Infrastruktur Merata

Selain itu, DPRD juga mendukung upaya penguatan edukasi kepada masyarakat agar tidak muncul stigma negatif terhadap penderita HIV-IMS, yang kerap menjadi hambatan dalam penanganan kasus.

“Edukasi dan sosialisasi harus terus digencarkan, terutama kepada generasi muda dan kelompok berisiko. Dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat, kualitas hidup pasien dapat tetap terjaga dan angka penularan bisa ditekan,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan secara sukarela juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV-IMS di daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Pariadi AR, menjelaskan bahwa pelayanan skrining HIV dan sifilis telah dilaksanakan secara komprehensif oleh seluruh puskesmas serta RSUD Muara Teweh.

Pelayanan tersebut dilakukan melalui dua metode, yaitu skrining pasif dan aktif. Skrining pasif dilakukan berdasarkan kesadaran masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan, sedangkan skrining aktif dilakukan dengan menjangkau kelompok berisiko oleh petugas kesehatan.

Baca Juga  Hilirisasi Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Ekonomi Kalteng, DPRD Dorong Percepatan Industri Pengolahan

Menurutnya, pemeriksaan HIV dan sifilis tidak dapat dipisahkan karena keduanya memiliki jalur penularan yang serupa, antara lain melalui aktivitas seksual berisiko, penularan dari ibu ke anak, serta kontak dengan darah.

Hasil skrining menjadi dasar penting dalam upaya deteksi dini. Apabila ditemukan kasus positif, maka pasien akan segera mendapatkan penanganan medis secara komprehensif sesuai standar yang berlaku.

Penanganan tersebut meliputi pemberian obat sesuai standar medis, observasi terapi, serta edukasi berkelanjutan kepada pasien agar memahami pentingnya kepatuhan dalam menjalani pengobatan.

Ia juga menekankan bahwa dukungan keluarga dan lingkungan menjadi faktor penting dalam proses pemulihan pasien, sekaligus memperkuat sistem pendukung yang dibutuhkan.

Baca Juga  Taufik Nugraha Minta Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Obat Diperluas hingga Pelosok Barito Utara

Program HIV-IMS di Kabupaten Barito Utara diharapkan mampu menekan angka kesakitan dan kematian akibat infeksi tersebut, sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien secara berkelanjutan.

Sebagai penutup, sinergi antara DPRD dan Dinas Kesehatan dalam memperkuat layanan skrining, edukasi, dan penanganan HIV-IMS menjadi langkah penting dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, sadar, dan bebas stigma. (Red/Adv)

+ posts