DPRD BARITO UTARA

Edi Fran Aji Dorong Anyaman Rotan Tambaba Menjadi Produk Unggulan Barito Utara

13
×

Edi Fran Aji Dorong Anyaman Rotan Tambaba Menjadi Produk Unggulan Barito Utara

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Barito Utara, Edi Fran Aji.

MUARA TEWEH – Anggota DPRD Barito Utara, Edi Fran Aji, menyambut positif kunjungan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Barito Utara, Maya Savitri Shalahuddin, ke sentra kerajinan anyaman rotan di Desa Tambaba, Kecamatan Gunung Purei belum lama ini.

Kunjungan tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Edi mengatakan, keberadaan para pengrajin anyaman rotan di Desa Tambaba merupakan aset berharga yang perlu mendapat perhatian bersama.

Selain menjadi bagian dari warisan budaya daerah, kerajinan tersebut juga memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi sektor ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, perhatian yang diberikan TP PKK melalui kunjungan langsung ke lokasi pengrajin menunjukkan komitmen dalam mendukung pelaku usaha mikro dan industri rumahan yang selama ini berperan menjaga tradisi kerajinan lokal.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan Ketua TP PKK ke Desa Tambaba. Kehadiran langsung di tengah para pengrajin tentu memberikan semangat dan motivasi bagi mereka untuk terus berkarya serta mengembangkan usaha yang dijalankan,” kata Edi, Rabu (17/6/2026).

Baca Juga  Taufik Nugraha Minta Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Obat Diperluas hingga Pelosok Barito Utara

Ia menjelaskan, produk anyaman rotan yang dihasilkan masyarakat setempat memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan karena dibuat dengan keterampilan khusus yang diwariskan secara turun-temurun.

Berbagai produk seperti tikar, keranjang, tas, hingga perlengkapan rumah tangga memiliki karakteristik tersendiri yang dapat menjadi daya tarik pasar.

Menurut Edi, tantangan yang dihadapi pengrajin saat ini bukan hanya pada proses produksi, tetapi juga bagaimana meningkatkan kualitas produk agar sesuai dengan kebutuhan pasar modern.

Oleh karena itu, diperlukan dukungan berupa pelatihan, inovasi desain, pengemasan produk, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pemasaran.

“Potensi anyaman rotan kita sangat besar. Jika mendapat pembinaan yang berkesinambungan dan didukung promosi yang baik, produk-produk ini tidak hanya diminati di tingkat lokal, tetapi juga berpeluang menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Baca Juga  Taufik Nugraha Minta Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Obat Diperluas hingga Pelosok Barito Utara

Lebih lanjut, Edi menilai keterlibatan generasi muda menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan kerajinan anyaman rotan.

Regenerasi pengrajin perlu terus didorong agar keterampilan tradisional tersebut tidak hilang seiring perkembangan zaman.

Ia berharap adanya program yang dapat memperkenalkan kerajinan rotan kepada kalangan pelajar dan generasi muda, sehingga muncul minat untuk mempelajari sekaligus mengembangkan produk-produk berbasis kearifan lokal.

“Pelestarian budaya tidak cukup hanya menjaga tradisinya, tetapi juga harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Anak-anak muda dapat berperan menghadirkan inovasi sehingga produk anyaman rotan memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih kuat,” jelasnya.

Edi juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, TP PKK, dunia usaha maupun masyarakat, untuk bersama-sama mendukung pengembangan sentra kerajinan rotan di Desa Tambaba.

Baca Juga  Taufik Nugraha Minta Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Obat Diperluas hingga Pelosok Barito Utara

Menurutnya, kolaborasi yang kuat akan membuka peluang yang lebih besar bagi peningkatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

“Dengan sinergi yang baik, kerajinan anyaman rotan Desa Tambaba dapat berkembang menjadi produk unggulan Barito Utara yang tidak hanya membanggakan dari sisi budaya, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (adv)​

+ posts