DPRD BARITO UTARAHEADLINE

Pelebaran Jalan Muara Teweh Harus Aman dan Ramah Warga, DPRD Soroti Debu serta Standar K3

9
×

Pelebaran Jalan Muara Teweh Harus Aman dan Ramah Warga, DPRD Soroti Debu serta Standar K3

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Barito Utara, Suparjan Efendi.

MUARA TEWEH – Proyek pelebaran jalan di Kota Muara Teweh mendapat dukungan dari DPRD Barito Utara sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur dan kelancaran arus transportasi. Namun, pelaksanaan pekerjaan di lapangan diingatkan agar tetap mengedepankan keselamatan kerja serta meminimalkan dampak terhadap masyarakat.

Anggota DPRD Barito Utara, Suparjan Efendi, meminta seluruh kontraktor dan pelaksana proyek memperkuat pengawasan teknis selama proses pembangunan berlangsung.

Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kecepatan penyelesaian pekerjaan, tetapi juga dari kemampuan menjaga keselamatan pekerja dan kenyamanan warga di sekitar lokasi proyek.

Perhatian khusus diarahkan pada pengerjaan di Jalan Yetro Sinseng dan Jalan Tumenggung Surapati. Kedua ruas itu merupakan akses utama yang setiap hari dilalui kendaraan maupun masyarakat, sehingga aktivitas proyek harus dikelola secara baik agar tidak menimbulkan risiko bagi pengguna jalan.

Baca Juga  Respons Cepat Brigdalkar Barito Selatan Padamkan Karhutla di Desa Madara

Suparjan menegaskan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap penyedia jasa konstruksi. Penggunaan alat pelindung diri, pemasangan rambu-rambu peringatan, pengamanan area kerja, hingga pengaturan lalu lintas sementara perlu dilakukan secara maksimal agar potensi kecelakaan dapat dicegah.

“Kami mendukung penuh percepatan pembangunan infrastruktur ini, namun kontraktor wajib menerapkan standar K3 secara ketat dan profesional di lapangan demi keselamatan para pekerja maupun warga sekitar,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).

Selain aspek keselamatan, Suparjan juga menyoroti persoalan debu yang muncul selama pekerjaan berlangsung. Aktivitas alat berat dan kendaraan pengangkut material berpotensi menimbulkan debu yang mengganggu pengguna jalan, pelaku usaha, hingga permukiman warga apabila tidak dikendalikan dengan baik.

Baca Juga  OJK Optimistis Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh Kuat Tahun Ini

Karena itu, ia meminta pelaksana proyek melakukan penyiraman jalan secara rutin, terutama pada titik-titik yang memiliki lalu lintas padat. Langkah sederhana ini diyakini mampu mengurangi penyebaran debu sekaligus menjaga kualitas udara di lingkungan sekitar.

“Penyiraman jalan secara rutin mutlak dilakukan oleh pihak pelaksana, khususnya di ruas Yetro Sinseng dan Tumenggung Surapati yang aktivitas jalurnya sangat padat agar tidak mengganggu kesehatan masyarakat,” katanya.

Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dalam proyek dapat menjalankan pekerjaan secara profesional dengan tetap memperhatikan keselamatan, kesehatan, dan kepentingan masyarakat.

Baca Juga  Pelantikan Pejabat Baru Perkuat Transformasi Organisasi OJK

Dengan pengawasan yang konsisten, pembangunan infrastruktur di Muara Teweh diharapkan menghasilkan manfaat jangka panjang tanpa mengorbankan kenyamanan warga selama proses pengerjaan berlangsung. (adv)​

+ posts