HEADLINEHUKUM & PERISTIWAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Kalteng Siaga Karhutla, Satgas Kerahkan Helikopter Blackhawk hingga 35 Regu Pemadaman

7
×

Kalteng Siaga Karhutla, Satgas Kerahkan Helikopter Blackhawk hingga 35 Regu Pemadaman

Sebarkan artikel ini
Petugas saat melakukan pemadaman Karhutla.

PALANGKA RAYA – Komitmen Kalteng dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat melalui Operasi Siaga Darurat Bencana Karhutla yang melibatkan unsur lintas instansi. Memasuki puncak musim kemarau, Satgas Karhutla mengerahkan armada udara, puluhan regu pemadaman, serta mengintensifkan edukasi kepada masyarakat untuk menekan potensi kebakaran sejak dini.

Operasi terpadu ini menjadi bagian dari langkah antisipatif Pemprov Kalteng bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kualitas lingkungan dan melindungi masyarakat dari dampak kabut asap yang kerap muncul saat musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBPK Kalteng, Ahmad Toyib, menyampaikan bahwa seluruh sumber daya yang tersedia terus dioptimalkan guna memastikan setiap titik api dapat segera ditangani. Selain pemadaman, upaya pencegahan juga menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan operasi di lapangan.

“Kami terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki, mulai dari patroli udara, water bombing, pemadaman darat, hingga upaya pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat. Penanganan Karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga mengedepankan langkah-langkah preventif agar risiko kebakaran dapat diminimalkan sejak dini,” ujar Ahmad Toyib, Selasa (28/7/2026).

Baca Juga  Perkuat Sistem Pembinaan, DPRD Kalteng Ingin Atlet Daerah Mampu Tembus Level Nasional

Ia menegaskan, pengendalian Karhutla tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Keterlibatan masyarakat, dunia usaha, serta seluruh elemen terkait menjadi faktor penting dalam menjaga Kalteng tetap aman dari ancaman kebakaran.

Satgas Karhutla saat ini dipimpin Kepala Bidang Operasi Satgas Karhutla, Alpius Patanan, selaku Manager Operasi, dengan dukungan Wakil Manager Operasi Japalmen Rajagukguk. Keduanya bertanggung jawab mengoordinasikan berbagai aktivitas penanganan di lapangan, mulai dari pemantauan, pemadaman, hingga langkah mitigasi.

Untuk memperkuat pengawasan, Satgas mengoperasikan dua pesawat patroli, yakni Bell 206 L3/PK-FBH dan Grand Caravan Cessna 208B-EX/PK-FPU. Kedua armada itu digunakan untuk mendeteksi titik panas dan memetakan wilayah yang memiliki potensi kebakaran tinggi.

Di sisi lain, dua helikopter water bombing, yakni SA330J Puma/N-814AR dan Sikorsky EH-60A Blackhawk/ZK-HKU, disiagakan penuh guna mendukung pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau oleh personel darat. Kehadiran helikopter Blackhawk menjadi salah satu kekuatan utama dalam mempercepat respons terhadap kebakaran berskala besar.

Tak hanya mengandalkan dukungan udara, sebanyak 15 regu pemadaman ditempatkan di tiga titik strategis, yaitu Desa Tumbang Nusa, Kelurahan Kameloh Baru, dan Pos Komando. Masing-masing lokasi diperkuat lima regu yang siap bergerak setiap saat.

Baca Juga  Inkubasi Desa EKI Tingkatkan Kapasitas Usaha dan Keuangan Masyarakat

Satgas juga menerjunkan 20 regu gabungan di kawasan Tumbang Nusa untuk melaksanakan normalisasi saluran kanal. Langkah ini dilakukan guna menjaga kelembapan lahan gambut dan mencegah api merambat ke area yang lebih luas, termasuk akses jalan dan permukiman warga.

Operasi Siaga Darurat melibatkan personel dari BPBPK Kalteng, TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Manggala Agni, Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK), Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga Posko Krisis Karhutla. Seluruh personel bekerja secara bergiliran selama 24 jam untuk memastikan kesiapsiagaan tetap terjaga.

Selain penanganan di lapangan, edukasi kepada masyarakat terus digencarkan. Empat regu sosialisasi melakukan siaran keliling di sejumlah wilayah, seperti Jalan Bakung Merang, Kelurahan Panarung, Jalan Batu Banama, Jalan Trans Kalimantan, Jalan Cilik Riwut, Jalan Mahir Mahar, Kelurahan Sabaru, Kalampangan, hingga Desa Bereng Bengkel, Kecamatan Sebangau.

Petugas menyampaikan informasi mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar, bahaya kabut asap terhadap kesehatan, terutama risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta pentingnya melaporkan titik api yang ditemukan di lingkungan sekitar. Pembagian masker dan leaflet juga dilakukan di sekolah, pusat keramaian, dan kawasan yang rawan terdampak asap.

Baca Juga  Kolaborasi Menjadi Fondasi Startup Keuangan Digital Indonesia Mendunia

Seluruh rangkaian operasi mendapat dukungan dari bidang perencanaan, logistik dan peralatan, administrasi dan keuangan, serta Media Center/PPID. Dengan dukungan lintas sektor dan kesiapsiagaan yang terus ditingkatkan, Pemprov Kalteng berharap penanganan Karhutla dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan akuntabel.

Melalui sinergi antara pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat, Kalteng diharapkan mampu mempertahankan tren pengendalian Karhutla serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan selama musim kemarau tahun ini. (adv)​

+ posts