HEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Seminar Natal Nasional 2025, Pemprov Kalteng Tegaskan Penguatan Keluarga Berbasis Nilai Huma Betang

402
×

Seminar Natal Nasional 2025, Pemprov Kalteng Tegaskan Penguatan Keluarga Berbasis Nilai Huma Betang

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Suasana Seminar Natal Nasional 2025 di Kalimantan Tengah, yang juga secara serentak diselenggarakan di sembilan kota di Indonesia.

PALANGKA RAYA – Seminar Natal Nasional 2025 yang digelar di Gedung Serbaguna Tjilik Riwut, Jumat (12/12/2025), menjadi ruang refleksi strategis bagi Kalimantan Tengah dalam mempertegas peran keluarga dan nilai kearifan lokal. Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian nasional yang dilaksanakan serentak di sembilan kota dengan tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” dan subtema daerah mengenai penguatan keluarga melalui filosofi Huma Betang.

Acara yang menghadirkan 350 peserta ini dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah yang diwakili Kepala Dinas Perhubungan, Yulindra Dedy, Perwakilan Panitia Nasional Dr. Suwarsono, Kakanwil Kemenag Provinsi Kalteng H. Muhammad Yusi Abdhian, Vikaris Jenderal Keuskupan Palangka Raya RD Silvanus Subandi, serta jajaran Forkopimda dan tokoh umat.

Seminar menghadirkan para pemateri nasional dan lokal, antara lain Dr. Muhammad Qodari, Dr. Suwarsono, Sandra Mariyus Adip, dr. Linae Victoria Aden, serta Rm. Dr. Fransiskus Janu Hamu. Seluruh sesi dipandu Prof. Dr. Stephanus yang menekankan penguatan keluarga melalui dialog iman dan sosial.

Baca Juga  DPMPTSP Kalteng Tingkatkan Kepatuhan Pelaku Usaha, Dorong Investasi Melalui Bimtek Perizinan Berbasis Risiko

Falsafah Huma Betang diangkat sebagai refleksi utama karena mencerminkan nilai kebersamaan, gotong royong, dan persatuan yang telah menjadi identitas masyarakat Dayak. Nilai ini relevan dalam membangun keluarga yang mandiri dan berketahanan di tengah tantangan zaman.

Dalam sambutannya, Yulindra Dedy menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen menghadirkan nilai budaya lokal dalam pembangunan.

“Kami berkomitmen mendorong implementasi nilai-nilai kearifan lokal dalam setiap program pembangunan daerah, serta menjamin kerukunan umat beragama sebagai modal utama pembangunan yang damai dan maju,” jelasnya, Jumat (12/12/2025).

Ia berharap seminar menghasilkan langkah-langkah nyata yang memampukan keluarga Kalteng menjadi fondasi sosial yang kuat bagi pembangunan daerah.

Perwakilan Panitia Nasional, Dr. Suwarsono, menegaskan bahwa seminar ini merupakan bagian dari agenda besar Natal Nasional yang juga melibatkan bantuan sosial di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga  DPRD Kalteng Minta Desa Terpencil Jadi Prioritas, Asdy Narang Tekankan Pentingnya Infrastruktur Merata

“Seminar ini merupakan kegiatan penting karena Kalteng adalah tanah dengan kekayaan Dayak, tradisi gotong royong serta semangat habaring hurung, sehingga menjadi pesan Natal bahwa kasih Allah melingkupi seluruh umat. Seminar ini berupaya meletakkan isu-isu yang ada pada keluarga dan mempengaruhi rumah tangga akan menjadi bagian dari refleksi bersama. Keluarga Kristen diajak menemukan ruang hangat dalam dialog,” katanya.

Kakanwil Kemenag Provinsi Kalteng, H. Muhammad Yusi Abdhian, menuturkan bahwa nilai Huma Betang mengajarkan hidup rukun, saling menguatkan, dan menjaga harmoni.

“Kementerian Agama memandang tema ini sangat strategis. Keluarga adalah fondasi masyarakat, dan nilai-nilai Huma Betang dapat memperkuat ketahanan keluarga, menumbuhkan sikap toleransi, serta memperkokoh moderasi beragama di Bumi Tambun Bungai,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut sejalan dengan Asta Protas Menteri Agama, terutama program kerukunan dan kurikulum cinta yang berisi lima Panca Cinta.

“Saya berharap melalui seminar ini lahir gagasan-gagasan praktis yang bisa diaplikasikan dalam pembinaan keluarga di Kalimantan Tengah—baik dalam pendidikan, kehidupan sosial, maupun pembentukan karakter generasi muda,” tambahnya.

Baca Juga  DPRD Kalteng Ingatkan Pentingnya Perlindungan Sektor Pendidikan dan Kesehatan di Tengah Gejolak Harga Energi

Vikaris Jenderal Keuskupan Palangka Raya, RD Silvanus Subandi, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas lembaga dalam penyelenggaraan seminar ini.

“Nilai tersebut selaras dengan spirit pelayanan gereja yang senantiasa mendorong umat untuk membangun kedamaian serta menghadirkan sukacita bagi sesama,” kata Pastor Bandi.

“Seminar ini memperkuat panggilan bersama untuk menghadirkan persaudaraan dan keteduhan bagi keluarga-keluarga di Kalteng,” tandas Bandi. (Red/Adv)

+ posts