DPRD KALIMANTAN TENGAHHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Kisah Senator Disabilitas Turki Warnai Diplomasi di Kalteng

375
×

Kisah Senator Disabilitas Turki Warnai Diplomasi di Kalteng

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Ketua Kaukus Perempuan Parlemen DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh

PALANGKARAYA – Diplomasi budaya menjadi daya tarik tersendiri dalam kunjungan Anggota Parlemen Turki, Serkan Bayram, dan Duta Besar Turki untuk Indonesia, Talip Kucukcan, ke Provinsi Kalimantan Tengah. Salah satu sorotan utama yakni pemutaran film inspiratif Bugday Tanesi.

Film tersebut mengisahkan perjalanan hidup Bayram, seorang penyandang disabilitas yang menapaki jalan panjang hingga menjadi senator dan pembawa misi perdamaian. Kegiatan ini dirangkai dalam agenda Silaturahmi Perempuan Parlemen DPRD Kalteng.

“Semoga ini menjadi gerbang awal masuknya investasi ke Kalteng. Kita harapkan dari nilai komitmen sebesar 10 miliar dolar AS yang dikabarkan untuk Indonesia, kedepanya sebagian bisa terealisasi di wilayah kita,” ujar Faridawaty, Minggu (15/6/2025).

Baca Juga  Pemko Palangka Raya Gelar Seleksi Paskibraka 2026, 156 Pelajar Ikuti Tahapan Penilaian

Menurut Ketua KPP DPRD Kalteng tersebut, diplomasi tidak melulu soal politik, namun juga kemanusiaan, seni, dan budaya yang mampu menyentuh sisi emosional dan menggugah kepedulian lintas negara.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Kalteng, Arton S. Dohong, yang memberi dukungan penuh atas inisiatif para perempuan parlemen dalam menyelenggarakan pertemuan diplomatik bernuansa inklusif dan inspiratif.

Baca Juga  DPRD Kalteng Usulkan Pembentukan BUMD Pertambangan untuk Perkuat Ekonomi Daerah

Kalteng membuka peluang kerja sama dengan Turki dalam sektor ekonomi, pendidikan, dan pemberdayaan disabilitas, dengan harapan terjalin hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

Apresiasi juga diberikan kepada seluruh pihak yang telah membantu kelancaran acara, mulai dari organisasi lokal hingga aparat keamanan yang menjaga suasana tetap kondusif dan tertib.

Diplomasi film seperti ini dinilai efektif karena mampu menyampaikan pesan universal dalam format yang mudah dipahami dan menyentuh perasaan audiens lintas latar belakang.

Baca Juga  BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Optimal Saat Mudik Lebaran

Kalteng, dalam hal ini, menunjukkan kesiapan menjadi bagian dari jejaring global yang mengedepankan nilai-nilai inklusi dan keberagaman dalam menjalin relasi internasional.

“Kegiatan ini menjadi awal dari diplomasi yang lebih manusiawi dan menyentuh sisi emosional masyarakat,” tandas Faridawaty. (Red/Adv)