
PALANGKA RAYA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalteng menyiapkan uang tunai sebesar Rp3,28 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H/2026 M.
Penyediaan uang tersebut dilakukan melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026.
Kepala BI Kalteng, Yuliansah Andrias menyampaikan bahwa peningkatan kebutuhan uang tunai pada periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) tahun ini diperkirakan mencapai 91,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal ini dipengaruhi meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pada sektor perdagangan, transportasi, serta konsumsi selama Ramadan.
Untuk mendukung kelancaran transaksi masyarakat, BI menyiapkan Uang Pecahan Kecil (UPK) yang terdiri dari pecahan Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, hingga Rp20.000.
Pecahan tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi maupun berbagi saat perayaan Idulfitri.
Selain itu, BI juga menghadirkan layanan kas keliling yang menjangkau berbagai pusat aktivitas masyarakat seperti Pasar Besar, Pasar Kahayan, dan Pasar Rajawali.
Layanan serupa juga akan hadir di sejumlah masjid, pondok pesantren, serta kawasan yang ramai dikunjungi masyarakat selama Ramadan.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, layanan kas keliling juga disiagakan di beberapa rest area pada jalur Trans Kalimantan. Upaya ini dilakukan agar masyarakat dan pemudik dapat memperoleh uang tunai dengan mudah, cepat, dan aman.
Secara keseluruhan, BI menyiapkan 11.180 paket penukaran uang baru di Kalteng dengan nilai masing-masing paket sebesar Rp5,3 juta.
Distribusi uang juga diperkuat melalui lima Kas Titipan yang berada di Buntok, Lamandau, Muara Teweh, Pangkalan Bun, dan Sampit guna memastikan ketersediaan uang layak edar selama Ramadan.
Dalam pelaksanaannya, BI juga memanfaatkan layanan digital melalui website PINTAR di alamat pintar.bi.go.id.
Melalui layanan ini, masyarakat dapat memesan jadwal penukaran uang secara daring, memilih lokasi penukaran, serta memastikan ketersediaan kuota sebelum datang ke lokasi layanan.
BI menegaskan bahwa PINTAR merupakan website resmi dan bukan aplikasi yang tersedia di Play Store.
Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan data masyarakat sekaligus mencegah penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Melalui berbagai langkah tersebut, BI berharap kebutuhan uang tunai masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik serta proses penukaran uang dapat berlangsung lebih tertib dan nyaman. (*)









