
PALANGKA RAYA – DPRD Kalteng mendorong penguatan dukungan terintegrasi untuk memacu pengembangan sektor peternakan agar semakin kompetitif dan berkelanjutan.
Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, menegaskan perlunya sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Pertanian RI dalam merancang kebijakan yang tepat sasaran bagi para peternak.
Ia menyampaikan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, sektor peternakan di Bumi Tambun Bungai menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Hal ini terlihat dari bertambahnya pelaku usaha serta meningkatnya produksi di sejumlah komoditas, khususnya unggas dan pembibitan.
“Perkembangan sektor peternakan di Kalteng cukup baik. Tren positif ini harus dijaga dengan kebijakan strategis agar pertumbuhannya lebih terarah dan berkelanjutan,” ujar Junaidi, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, rencana program pemerintah pusat seperti pembangunan sistem peternakan unggas terintegrasi dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat rantai produksi, mulai dari pembibitan, pakan, budidaya, hingga pemasaran.
Sistem yang terintegrasi dinilai mampu meningkatkan efisiensi serta menekan biaya produksi.
Selain itu, peningkatan akses terhadap Kredit Usaha Pembibitan (KUP) juga dianggap penting untuk memperkuat permodalan peternak, terutama skala kecil dan menengah.
Dukungan pembiayaan yang mudah dan terjangkau dinilai menjadi kunci dalam memperluas kapasitas usaha.
“Selama ini kendala klasik yang dihadapi peternak adalah keterbatasan modal. Tanpa akses pembiayaan yang memadai, sulit bagi mereka untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi,” katanya.
Ia menambahkan, optimalisasi program KUP perlu disertai mekanisme yang lebih sederhana serta menyesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.
Skema pembiayaan yang inklusif dan adaptif diyakini akan mendorong peternak untuk lebih percaya diri mengembangkan usaha, termasuk dalam mengadopsi teknologi yang lebih modern dan efisien.
Lebih jauh, Junaidi menilai sektor peternakan memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menciptakan efek berganda terhadap perekonomian.
Aktivitas usaha peternakan tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga membuka lapangan kerja baru di berbagai lini.
“Ini sektor produktif yang harus menjadi prioritas. Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah, sektor peternakan bisa menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi Kalteng ke depan,” pungkasnya. (dd)









