DPRD BARITO UTARAHEADLINE

Kesetaraan Fasilitas Pendidikan Pelosok Jadi Sorotan Serius Legislator

121
×

Kesetaraan Fasilitas Pendidikan Pelosok Jadi Sorotan Serius Legislator

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Ketua Komisi II DPRD Barito Utara, H. Taufik Nugraha.

MUARA TEWEH – Kesenjangan fasilitas pendidikan antara wilayah kota dan pedalaman dinilai masih menjadi pekerjaan besar yang perlu segera ditindaklanjuti pemerintah daerah. Ketua Komisi II DPRD Barito Utara, H. Taufik Nugraha menegaskan bahwa persoalan tersebut menyangkut masa depan generasi muda dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

“Pemerintah harus hadir dan memastikan seluruh sekolah memiliki fasilitas layak untuk mendukung proses belajar-mengajar. Anak-anak di pelosok berhak mendapatkan kesempatan pendidikan yang sama seperti di kota,” ujarnya baru-baru ini.

Taufik melihat bahwa ketimpangan ini sangat berpotensi menimbulkan jurang kualitas pendidikan apabila tidak ditangani dengan pendekatan yang serius dan terencana. Menurutnya, sejumlah sekolah di daerah terpencil masih berkutat dengan persoalan klasik yang belum terselesaikan sampai sekarang.

Baca Juga  Wagub Kalteng Edy Pratowo Hadiri Peresmian Gedung MERC Fakultas Kedokteran UPR

Ia memaparkan bahwa kondisi bangunan sekolah yang rusak, kurangnya tenaga pendidik, serta keterbatasan sarana pembelajaran masih menjadi tantangan utama yang menghimpit sekolah-sekolah pedalaman. Situasi ini dinilainya membuat proses belajar-mengajar berjalan tidak optimal.

Lebih jauh, Taufik menjelaskan bahwa solusi tidak cukup hanya bertumpu pada pembangunan fisik atau perbaikan infrastruktur. Ia menegaskan perlunya pendataan komprehensif agar pemerintah memiliki gambaran jelas terkait sekolah mana yang membutuhkan penanganan cepat.

Dengan adanya basis data yang lengkap dan akurat, kebijakan anggaran, kata dia, dapat disusun lebih terarah dan tepat sasaran. Menurutnya, langkah tersebut menjadi kunci agar pemerataan pendidikan tidak hanya berhenti sebagai wacana.

Baca Juga  DPRD Kalteng Minta Pemerintah Pusat Audit Komprehensif Operasional PT ABB

Selain infrastruktur dasar, Taufik menilai bahwa pemerataan akses teknologi juga tidak boleh diabaikan. Ia menegaskan bahwa internet sudah menjadi satu kesatuan penting dalam proses pendidikan saat ini.

“Akses internet harus menjadi bagian dari kebutuhan dasar sekolah. Di era digital, siswa di pedalaman juga berhak memperoleh kesempatan belajar yang setara melalui teknologi,” tegasnya.

Ia berharap perluasan jaringan internet hingga wilayah terpencil dapat menjadi agenda prioritas pemerintah daerah. Menurutnya, teknologi mampu membuka akses pengetahuan tanpa batas, sehingga siswa di pedalaman tidak tertinggal dari anak-anak di kota.

Baca Juga  DPD RI Datangi OJK Kalteng, Soroti Kemudahan Pembiayaan UMKM

Taufik juga menyoroti kondisi guru di pedalaman yang dinilai memerlukan perhatian lebih. Menurutnya, banyak tenaga pendidik bekerja dalam keterbatasan, namun tetap berkomitmen mengajar demi masa depan siswa.

“Guru di pelosok adalah ujung tombak pendidikan. Jika kesejahteraan mereka diperhatikan, maka semangat mengajar akan semakin tinggi dan berdampak langsung pada kualitas pendidikan,” tandas Taufik. (Red/Adv)