HEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Perusahaan Diminta Perkuat Program TJSLP Berbasis Kebutuhan Masyarakat

96
×

Perusahaan Diminta Perkuat Program TJSLP Berbasis Kebutuhan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini menegaskan pentingnya pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) yang lebih tepat sasaran dan berbasis kebutuhan masyarakat. Hal tersebut disampaikannya pada acara Pertemuan Tahunan Forum TJSLP Kota Palangka Raya yang digelar di Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya, Senin (24/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa dinamika pembangunan Kota Palangka Raya menuntut keterlibatan dunia usaha secara lebih strategis. Menurutnya, program TJSLP tidak lagi dapat bersifat seremonial semata, melainkan harus mampu menjawab persoalan prioritas masyarakat dengan pendekatan yang lebih terukur.

Zaini menyebutkan sejumlah kebutuhan pembangunan yang mendesak, seperti pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, hingga penguatan ekonomi warga. Ia menilai perusahaan memiliki potensi besar untuk membantu pemerintah menangani berbagai isu tersebut secara berkelanjutan.

Baca Juga  Silaturahmi Ramadan di Makodam XXII/TB, Pemprov dan TNI Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Kalteng

“Program TJSLP yang dijalankan perusahaan tidak lagi cukup bersifat simbolis, tetapi harus mampu menjawab persoalan prioritas masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, hingga penguatan ekonomi warga,” tegasnya pada kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa perencanaan berbasis kebutuhan merupakan fondasi penting agar pelaksanaan TJSLP memberikan dampak nyata. Dengan pemetaan kebutuhan yang tepat, perusahaan dapat menyalurkan program dengan sasaran yang jelas serta manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga  Perkuat Pembangunan SDM, Pemprov Kalteng Luncurkan Sejumlah Program Strategis Pendidikan

Zaini memaparkan bahwa sejumlah isu pembangunan masih membutuhkan dukungan multipihak. Ia menyebut kasus stunting, rendahnya literasi, dan minimnya sarana lingkungan sebagai contoh situasi yang membutuhkan respon kolaboratif melalui pelaksanaan TJSLP.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa langkah strategis perusahaan harus disinkronkan dengan program pemerintah. Menurutnya, hal itu penting agar setiap intervensi TJSLP tidak berjalan sendiri-sendiri atau tumpang tindih dengan program kota.

Selain berbasis kebutuhan, Zaini juga menilai koordinasi dengan pemerintah sebagai aspek yang tak kalah penting. Sinkronisasi program dinilai dapat menciptakan efisiensi sekaligus memperkuat arah pembangunan sesuai RPJMD dan agenda prioritas Palangka Raya.

Baca Juga  Bangun Ekosistem Inovasi Berkelanjutan, Pemprov Kalteng Dorong Optimalisasi Sentra KI

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Palangka Raya akan terus membuka ruang dialog dan kolaborasi dengan dunia usaha melalui forum seperti TJSLP. Langkah ini diharapkan menjadi medium untuk mengatasi hambatan sekaligus memastikan efektivitas penyaluran program perusahaan.

“Melalui forum ini saya berharap kita semakin solid. Mari kita pastikan setiap program TJSLP benar-benar memberi manfaat luas bagi masyarakat,” pungkas Zaini. “Saya yakin kolaborasi seperti ini akan mempercepat kemajuan kota apabila dijalankan dengan konsisten dan terarah,” tandas Zaini. (Red/Adv)